Menu

Mode Gelap
Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

SULSEL

Mendagri Minta TGTPP Lebih Tegas Terhadap Pelanggar, Ini Kata Bupati Lutim

badge-check

Mendagri Minta TGTPP Lebih Tegas Terhadap Pelanggar, Ini Kata Bupati Lutim Perbesar

Laporan : Rs / Ikp

Editor     : Rd

MAKASSAR,Timuronline – Bertempat di Ruang Rapat Pimpinan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (08/07/2020), Bupati Luwu Timur H. Muhammad Thoriq Husler mengikuti rapat penyampaian arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) bersama Gubernur Sulsel, Nurdin Abdulllah dan 6 Kepala Daerah se Sulawesi Selatan terkait percepatan penanganan Covid -19.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian mengingatkan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulawesi Selatan agar tidak kalah dengan pelanggar aturan yang telah diberlakukan demi memutus rantai penyebaran virus corona.
 
Tito mengatakan, untuk aturan protokol kesehatan termasuk pakai masker dan jaga jarak, tidak cukup hanya dengan memberikan imbauan namun harus ada intervensi kepada masyarakat.
 
” Jangan hanya mengimbau namun harus dilakukan lebih tegas. Untuk di tempat umum, wajibkan untuk memasang tanda jaga jarak dan pakai masker. Jika tidak diindahkan maka ada penertiban dari Satpol PP khususnya TNI-Polri. Jangan kalah, negara tidak boleh kalah dengan pelanggar,” katanya saat memberikan pengarahan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulawesi Selatan.
 
Meskipun perlu penekanan atau ketegasan dalam menjalankan aturan, kata Tito, tentunya tetap bersikap sopan kepada masyarakat.
 
Intinya, menurut dia, tetap memberikan edukasi atau pendidikan tentang disiplin demi kebaikan bersama, namun dijalankan dengan sikap yang tegas. Karena dengan adanya ketegasan dari TNI-Polri maka lama kelamaan akan memberikan efek yang positif dan membuat jera para pelanggar aturan COVID-19.
 
” Kalau kita kalah, maka percuma kita lakukan penanganan, diawal memang agak susah tapi lama-lama akan terbiasa,” katanya.
 
Sementara Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler dalam keterangannya menjelaskan sesuai arahan Mendagri, ada beberapa hal yang penting disampaikan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulawesi Selatan. Diantaranya meminta Pemerintah daerah responsif terhadap kebutuhan masker bagi masyarakatnya dan mengingatkan untuk tidak pernah lelah mensosialisasikan pentingnya menggunakan masker ditempat umum.
 
Tak hanya itu, Kata Husler, Mendagri juga meminta agar pelaksanaan percepatan penanganan Covid-19 didaerah lebih terpadu dan terkoordinasi.
 
Usai rapat, Mendagri Tito Karnavian berkesempatan menyerahkan buku tentang Pedoman Umum Menghadapi Covid -19 bagi Pemerintah Daerah kepada 7 Kepala Daerah yang diundang untuk hadir. (hms/ikp/kominfo)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur

24 Juli 2026 - 19:34 WITA

Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:53 WITA

Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:12 WITA

VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi

24 Juli 2026 - 13:46 WITA

Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

23 Juli 2026 - 22:57 WITA

Suami Diduga Aniaya Istri di Sorowako, Korban Tak Sadarkan Diri Akibat Luka Lebam di Wajah

23 Juli 2026 - 22:31 WITA

Wow, Pemkab Lutim Rencana Buat Proyek Infastruktur Jalan Senilai 800 Miliar, MUAK Minta DPRD Lutim Tolak

23 Juli 2026 - 21:13 WITA

Trending DPRD LUTIM