Menu

Mode Gelap
Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis Suami Diduga Aniaya Istri di Sorowako, Korban Tak Sadarkan Diri Akibat Luka Lebam di Wajah Wow, Pemkab Lutim Rencana Buat Proyek Infastruktur Jalan Senilai 800 Miliar, MUAK Minta DPRD Lutim Tolak Pelaku Curanmor di Towuti Merupakan Warga Makassar, Kerja Sebagai Buruh Bangunan Ini 8 Tim Peserta Piala Presiden 2026, 3 Tim dari Luar Negeri Membangun Nilai Tambah Melalui Praktik Pertambangan Berkelanjutan, Menteri Investasi Apresiasi Praktik ESG PT Vale di Morowali

LUWU TIMUR

Kasus Perambahan Hutan Ilegal di Lutim Masih Meninggalkan Tanya, Siapa Pemilik Alat Berat Yang Digunakan Merambah

badge-check

Sumber Foto : Instagram Gakkum Sulawesi Perbesar

Sumber Foto : Instagram Gakkum Sulawesi

LUWU TIMUR,Timuronine – Kasus perambahan hutan ilegal di Desa Puncak Indah Kecamatan Malili yang tengah bergulir di Ditjen Gakkum Kehutanan (Gakkumhut) melalui Balai Gakkumhut Sulawesi Selatan hingga kini masih menimbulkan tanda tanya bagi masyarakat Luwu Timur khususnya warga Malili.

Warga mempertanyakan pemilik alat berat yang digunakan dalam aksi perambahan tersebut. Dari laman Instagram Gakkumsulawesi, saat melakukan penangkapan,Sabtu (12/07/2025) lalu, petugas sempat mengamankan operator alat berat berupa ekskavator erinisial MN dan pembantu operator berinisial AI

Dalam kesempatan itu juga, petugas memperoleh informasi jika pemilik akskavator berinisal AT. Dalam laman Instagram tersebut dinarasikan tim Operasi mengamankan sejumlah barang bukti di TKP, antara lain satu unit ekskavator, satu unit sepeda motor, satu bilah parang, dan 12 jerigen bahan bakar. Petugas juga meminta keterangan tiga orang saksi, yakni operator ekskavator berinisial MN, pembantu operator berinisial AI, dan pemilik alat berat berinisial AT.

Dari hasil keterangan para saksi, terungkap dua orang inisiator yang memerintahkan pembukaan lahan ilegal ini. keduanya berinisial RS (56) dan IB (62). Penyidik memanggil keduanya untuk diperiksa.

RS dan IB mengaku bahwa lahan yang dirambah adalah milik pribadi mereka, dengan bukti berupak SKT yang dikeluarkan oleh mantan Kepala Desa setempat pada tahun 2002, serta SPPT PBB. Namun, hasil pengukuran dan pemetaan oleh saksi ahli dari BPKH Wilayah VII memastikan seluruh area yang dirambah berada dalam kawasan hutan produksi terbatas.

Sebelumnya juga dalam media ini diberitakan, Kepala Seksi Wilayah 1 Makassar, Abdul Waqqas mengungkapkan pihaknya telah menetapkan status tersangka kepada tiga orang yakni RS, IB dan seorang lagi berinisal RH, warga Kecamatan Wasuponda, juga telah ditetapkan tersangka atas kasus ilegal logging di wilayah KPH Larona. (*)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

23 Juli 2026 - 22:57 WITA

Suami Diduga Aniaya Istri di Sorowako, Korban Tak Sadarkan Diri Akibat Luka Lebam di Wajah

23 Juli 2026 - 22:31 WITA

Wow, Pemkab Lutim Rencana Buat Proyek Infastruktur Jalan Senilai 800 Miliar, MUAK Minta DPRD Lutim Tolak

23 Juli 2026 - 21:13 WITA

Pelaku Curanmor di Towuti Merupakan Warga Makassar, Kerja Sebagai Buruh Bangunan

23 Juli 2026 - 20:49 WITA

Viral, Pencuri Motor di Towuti Diseret di Jalan Hingga Dapat “Tendangan Maut”

23 Juli 2026 - 13:47 WITA

Momentum Hari Anak Nasional 2026, Stop Kekerasan Pada Anak

23 Juli 2026 - 12:42 WITA

Gelar Raker, KONI Luwu Timur Tatap Porprov Wajo – Bone

18 Juli 2026 - 18:56 WITA

Trending LUWU TIMUR