Menu

Mode Gelap
Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

LUWU TIMUR

Kades Baruga : Pembangunan Karakter Dulu, Fisik Belakangan

badge-check

Roy Mursyam ( Foto : Facebook ) Perbesar

Roy Mursyam ( Foto : Facebook )

Laporan : Rd

Roy Mursyam ( Foto : Facebook )

LUWU TIMUR,Timuronline – Jika dibeberapa wilayah atau desa, seorang Kepala Desa (Kades) ramai-ramai membangun desa dengan pembangunan fisik seperti jalan, bangunan fasilitas publik dan lain-lainnya, di desa yang satu ini agak berbeda.

Desa Baruga namanya. Desa yang berada di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur ini mungkin jarang kita temui adanya pembangunan fisik. Bukan tanpa alasan, Sang Kades bernama Roy Mursyam justru ingin membangun desa dimulai dari membangun karakter masyarakatnya, fisiknya belakangan.

” Pada era reformasi di negeri kita sekarang ini banyak sekali dijumpai perilaku masyarakat yang terasa menyimpang dari norma-norma tradisi yang menggambarkan kepatutan sosial. Ada yang menganggapnya sebagai konsekuensi logis reformasi, ada juga yang mengangap sebagai fenomena reformasi yang kebablasan. Bagi saya, karakter atau sifat masyarakat kita perlu diubah, yang tadinya agak menyimpang, kita arahkan ke hal-hal yang positif,” Ungkap Roy, saat ditemui pewarta Timuronline, Selasa (08/10/19) saat menghadiri acara aqiqa salah seorang warganya.

Roy melanjutkan, fenomena-fenomena menyimpang masyarakat terkadang menjadi bumerang bagi pemerintah dalam membangun daerah.

” Contoh salah satunya, di desa saya Desa Baruga, beberapa masyarakatnya kerap mengkomsumsi minuman keras dan hal itu telah berdampak pada meninggalnya dua orang warga kami. Nah, dari situ, kami aparat desa bekerjasama dengan BPD, tak hentinya mengingatkan kepada masyarakat akan bahaya miras, kita datangi satu persatu rumah mereka dan memberikan mereka pemahaman. Alhamdulilah, seiring waktu sudah ada perubahan. Sisa yang lain-lain, seperti kenakalan remaja dan sebagainya. Semuanya akan kita ubah kearah yang lebih positif. Kalau pembangunan fisik itu, ada sih tapi tidak sepenting dengan pembangunan karakter masyarakat kita. Yah belakangan saja. Kalau semuanya sudah sejalan dan sesuai harapan kita bersama, yuk kita bangun kampung kita,” Tutupnya. (Redaksi)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur

24 Juli 2026 - 19:34 WITA

Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:53 WITA

Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:12 WITA

VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi

24 Juli 2026 - 13:46 WITA

Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

23 Juli 2026 - 22:57 WITA

Suami Diduga Aniaya Istri di Sorowako, Korban Tak Sadarkan Diri Akibat Luka Lebam di Wajah

23 Juli 2026 - 22:31 WITA

Wow, Pemkab Lutim Rencana Buat Proyek Infastruktur Jalan Senilai 800 Miliar, MUAK Minta DPRD Lutim Tolak

23 Juli 2026 - 21:13 WITA

Trending DPRD LUTIM