Menu

Mode Gelap
Warga Asli Sorowako Pertanyakaan Beberapa Objek Lahan Dijadikan Aset Desa Terungkap…! Tambang PT. Vale di BB1 Seba-Seba Sesuai Izin IPPKH. Begini Tanggapan PT. Vale 49 Anggota Polres Luwu Timur Naik Pangkat, Ini Daftarnya Sikapi Maraknya Lakalantas, Satlantas Polres Lutim Lakukan Pengecekan Kelaikan Angkutan dan Sopir Komitmen Bersama Tingkatkan Ketangguhan Daerah: PT Vale dan Pemkab Luwu Timur Teken Nota Kesepahaman Mitigasi Bencana Ketahanan Pangan Berkelanjutan Melalui Pemberian Pupuk: Strategi PT Vale Tingkat Produktivitas Pertanian dan Kesejahteraan Petani Huko-Huko

LUWU TIMUR

Jubir Budiman – Akbar Tegaskan Pengkotak-kotakan Masyarakat adalah Budaya Kolonial

badge-check


					Jubir Budiman – Akbar Tegaskan Pengkotak-kotakan Masyarakat adalah Budaya Kolonial Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Menanggapi isu-isu perpecahan yang muncul dalam masa Pilkada Luwu Timur, Juru Bicara pasangan calon Budiman-Akbar, Ibriansyah Irawan atau yang akrab disapa Rian, menyampaikan pandangan tegas bahwa pengkotak-kotakan masyarakat berdasarkan kepentingan politik hanyalah menghidupkan kembali budaya kolonial yang merugikan masyarakat. Menurutnya, jika ada calon pemimpin yang mengusung pemisahan masyarakat sebagai bagian dari strategi politik, maka ia sejatinya ingin mengembalikan masyarakat pada praktik-praktik zaman penjajahan.

“Pengkotak-kotakan masyarakat adalah budaya penjajah kolonial. Ini tak lebih dari strategi yang dulu dipakai untuk melemahkan kita dengan memecah-belah, dan sangat disayangkan jika sekarang ada yang mencoba menghidupkan kembali pola pikir seperti itu,” ujar Rian.

Lebih lanjut, Rian menegaskan bahwa kepemimpinan yang baik adalah yang menyatukan dan memperkuat kebersamaan, bukan yang justru memperlemah persatuan dengan menciptakan kelompok-kelompok. Menurutnya, masyarakat Luwu Timur membutuhkan pemimpin yang berpikir maju dan progresif, yang melihat semua warganya tanpa sekat-sekat politik atau sosial.

“Kami, pasangan Budiman-Akbar, mengusung kepemimpinan yang inklusif dan berkomitmen untuk membangun Luwu Timur bersama-sama, tanpa memandang latar belakang masyarakat. Masyarakat butuh pemimpin yang merangkul, bukan yang memisahkan,” jelas Rian, menegaskan komitmen pasangan Budiman-Akbar untuk menjaga persatuan.

Di masa kampanye ini, Rian mengimbau masyarakat agar lebih kritis dan bijak dalam memilih pemimpin. Menurutnya, jargon-jargon yang terkesan memisahkan hanya akan merugikan masyarakat ke depan dan dapat melemahkan kekuatan serta kebersamaan warga.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Luwu Timur untuk bijak, jangan mudah terpengaruh oleh jargon yang memecah-belah. Pilihlah pemimpin yang mengusung persatuan dan visi yang membawa kemajuan bersama,” tutup Rian dengan penuh harap. (*)

Lainnya

Warga Asli Sorowako Pertanyakaan Beberapa Objek Lahan Dijadikan Aset Desa

9 Januari 2026 - 16:48 WITA

49 Anggota Polres Luwu Timur Naik Pangkat, Ini Daftarnya

31 Desember 2025 - 10:57 WITA

Sikapi Maraknya Lakalantas, Satlantas Polres Lutim Lakukan Pengecekan Kelaikan Angkutan dan Sopir

30 Desember 2025 - 20:31 WITA

Jaga Komitmen Peningkatan Sektor Pendidikan, PT. CLM Berikan Bantuan Uang Tunai untuk Pembangunan TK Cinta Damai

23 Desember 2025 - 22:34 WITA

Groundbreaking Pembangunan MBR dimulai, Abu Ashar : Semoga Dapat Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Luwu Timur

23 Desember 2025 - 17:28 WITA

Trending LUWU TIMUR