Husler Apresiasi Launching BCB dan Program Mustahik Pengusaha

oleh -23 views

Laporan : Rs

Editor    : Rd

LUWU TIMUR, TimurOnline – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Luwu Timur melaksanakan Launching Bike Coffee Baznas (BCB) dan Program Mustahik Pengusaha di Pelataran Masjid Asy-syuhada 45 Malili, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Rabu (23/09/2020).

Acara launching ditandai pemotongan pita oleh Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler didampingi Ketua Baznas, Abdul Salam Nur. Ada tiga gerobak coffee Baznas yang diserahkan untuk ditempatkan ditiga lokasi berbeda yakni Pelataran Masjid Syuhada 45 Malili, Pelataran Masjid Al Ikhwan Sorowako dan di depan Kantor Desa Tarengge Kecamatan Wotu.

Launching ini juga sebagai upaya kampanye zakat dan memperkenalkan produk unggulan BAZNAS kepada masyarakat yang terangkum dalam Program Mustahik Pengusaha. Program ini berupa pendampingan dan pemberian modal usaha kepada mustahik untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan.

“Hingga saat ini terdapat 19 peserta MP yang tersebar di seluruh Luwu Timur dengan beragam jenis usaha, mulai dari Budidaya Lele, Ternak Kambing, Tanam Jagung, Warung Campuran, Penjual Gorengan, Penjual Nasi Kuning, dan Penjual Kacang Rebus,” kata Abdul Salam Nur.

Lanjutnya, potensi zakat di Luwu Timur ini tidak kurang dari 100 milyar pertahun. “Saya harap ada dukungan kebijakan Pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi Zakat. Pasalnya, tanpa ada dukungan Pemerintah, Baznas tentu tidak dapat berbuat lebih lagi,” jelasnya.

Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler mengaku siap mendukung dan bersinergi dengan Baznas. Menurutnya, program bantuan pemodalan ini sangat bermanfaat untuk mengurangi tingkat kesenjangan dan kemiskinan.

“Saya sangat mendukung perogram ini, semoga BAZNAS dan Pemerintah daerah semakin bersinergi untuk kebangkitan zakat di Luwu Timur terutama dalam menanggulangi kemiskinan,” ungkap Husler.

BACA JUGA :  SMP IT Wahdah Islamiyyah Mulai Dibangun

Orang nomor satu di Luwu Timur ini juga mengingatkan agar bantuan gerobak usaha ini harus mendapat pendampingan agar bisa berkelanjutan dan berkesinambungan. “Jangan sampai sudah diberi bantuan, usahanya tidak berjalan dan mandek. Ini harus terus dikawal dan didampingi oleh Baznas,” tutupnya. (Red)