Menu

Mode Gelap
Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

LUWU TIMUR

DPRD Lutim Berdialog : Tingkatkan Kualitas Partisipasi Masyarakat

badge-check

DPRD Lutim Berdialog : Tingkatkan Kualitas Partisipasi Masyarakat Perbesar

Laporan : Rd

LUWU TIMUR,Timuronline – Kegiatan Dialog DPRD, Pemerintah Daerah dan Masyarakat dengan bertemakan “Peran DPRD dalam meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat dalam pembangunan” digelar di Gedung DPRD Luwu Timur, belum lama ini.

Dihadiri oleh Ketua DPRD, H. Amran Syam, Wakil Ketua DPRD, H. M. Siddiq BM, Pabung, Suparman, Plt Kepala Bapelitbangda, H. Budiman, Polri, Sejumlah OPD, Camat, dan Kepala Desa.

Narasumber dialog dari Dosen Unhas, Dr. Jayadi Nas, S.Sos, yang juga selaku Koordinator Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan dan Tim Ahli DPRD Sulsel.

Ketua DPRD H. Amran Syam dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan dialog DPRD merupakan agenda rutin yang diselenggarakan dalam upaya mewujudkan antara DPRD, Pemerintah Daerah dan Masyarakat saling bersinergi dalam pembangunan daerah

“Dalam akselerasi percepatan Pembangunan daerah dibutuhkan partisipasi dari berbagai pihak, terutamanya masyarakat didalamnya,” kata Amran.

Sementara itu, Jayadi mengungkapkan bahwa melalui Peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 2017 tentang Partisipasi Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, sebenarnya masyarakat telah diberi ruang untuk berpartisipasi.

Jalan partisipasi ada berbagai macam, beberapa diantaranya melalui musrenbang tingkat dusun, desa, kecamatan, kabupaten hingga musrenbang tingkat nasional.

Kata Jayadi, kita seharusnya tak lagi menggunakan paradigma lama seperti bagaimana uang itu dihabiskan, ia menyontohkan kegiatan yang selalu menumpuk pada akhir tahun karena masih ada uang tersisa.

“Di Makassar pak, hotel pada full, karena biasanya memang begitu pada akhir tahun, supaya habis ini uang harus diadakan berbagai macam kegiatan,” kata Jayadi Nas.

Sekarang ini kita ada paradigma baru, bukan lagi bagaimana uang atau anggaran ini dihabiskan akan tetapi bagaimana anggaran yang kita kelola ini bisa menghasilkan.

H.M. Siddiq BM mengatakan dirinya mengajak peserta dialog menyepakati bahwa tidak lagi memikirkan bagaimana kita bisa menghabiskan uang, akan tetapi berfikir tentang bagaimana uang ini bisa menghasilkan.

“Sepakat juga bahwa masyarakat penting untuk dilibatkan dalam etape tahapan pembangunan, hal ini dimaksudkan agar mereka tidak lagi curiga-curiga,” kata Siddiq. (tom)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur

24 Juli 2026 - 19:34 WITA

Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:53 WITA

Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:12 WITA

VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi

24 Juli 2026 - 13:46 WITA

Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

23 Juli 2026 - 22:57 WITA

Suami Diduga Aniaya Istri di Sorowako, Korban Tak Sadarkan Diri Akibat Luka Lebam di Wajah

23 Juli 2026 - 22:31 WITA

Wow, Pemkab Lutim Rencana Buat Proyek Infastruktur Jalan Senilai 800 Miliar, MUAK Minta DPRD Lutim Tolak

23 Juli 2026 - 21:13 WITA

Trending DPRD LUTIM