Menu

Mode Gelap
Ini Klasemen Sementara Piala Dunia 2026 Usai Tuan Rumah Meksiko dan AS Menang Lagi Temuan BPK, 20 Penerima Bantuan Lansia Dibawah Umur 60 tahun Hari Lingkungan Hidup, PT. PUL Tanam Ratusan Bibit Pohon Mangrove Bantuan Seragam Sekolah di Lutim Banyak Masalah, BPK RI Temukan Fakta Mengejutkan Nyawa Gadis di Kalaena Berakhir Tragis di Tangan Tetangga Sendiri Jauh ke Lutim Nonton Konser, Warga Bone-Bone Lutra Kecurian

LUWU TIMUR

DP2KB Lutim Gelar Rapat Advokasi Bangga Kencana

badge-check


					DP2KB Lutim Gelar Rapat Advokasi Bangga Kencana Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) menggelar Rapat Advokasi Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting yang berlangsung di Hotel Lagaligo, Selasa (04/04/2023).

Rapat dipimpin oleh Staf Ahli Pembangunan, Rapiuddin Tahir mewakili Bupati Luwu Timur didampingi Kepala DP2KB, Hj. Puspawati, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, dr. Adnan, serta dihadiri Kepala OPD Lingkup Pemerintah Lutim, para Kepala Desa dan menghadirkan narasumber, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel, Hj. Andi Ritamariani.

Pada kesempatan ini, Rapiuddin mengatakan bahwa, kegiatan ini menjadi pengingat akan dua hal pokok diantaranya : Pertama, Percepatan penurunan stunting memerlukan komitmen yang kuat. Kedua, Kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci untuk memastikan konvergensi antar program hingga ke tingkat desa/kelurahan untuk menurunkan stunting.

“Upaya ini tidak bisa hanya dilakukan oleh satu lembaga saja atau hanya dari unsur pemerintah kabupaten, namun penurunan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak termasuk pemerintah desa/kelurahan, akademisi, media, swasta, lembaga swadaya masyarakat, dan mitra pembangunan,” ungkap Rapiuddin.

Olehnya itu, Staf Ahli Pembangunan meminta kepada para Camat dan kepala desa untuk memastikan percepatan penurunan stunting sebagai prioritas di daerahnya didukung dengan sumber daya yang mencukupi.

“Kita harus memastikan bahwa adanya intervensi sangat diperlukan untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Luwu Timur,” terang Rapiuddin.

Terakhir, Rapiuddin berharap kepada para akademisi, lembaga swadaya masyarakat, swasta, mitra pembangunan, dan media, untuk mendukung dan mengawal pelaksanaan percepatan penurunan stunting.

“Pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendirian, tetapi memerlukan kolaborasi dan dukungan dari kita semua. Masa depan kita tergantung pada aksi dan langkah kolaboratif yang kita lakukan sekarang demi menyongsong masa depan,” harap Staf Ahli Pembangunan. (kominfo-sp)

Baca Lainnya

Lagi Temuan BPK, 20 Penerima Bantuan Lansia Dibawah Umur 60 tahun

12 Juni 2026 - 13:12 WITA

Bantuan Seragam Sekolah di Lutim Banyak Masalah, BPK RI Temukan Fakta Mengejutkan

12 Juni 2026 - 11:02 WITA

Kejari Lutim Pastikan Kasus Seragam Sekolah Tetap Berjalan. Akan Ada Tersangka ?

11 Juni 2026 - 10:55 WITA

PN Malili Menangkan Gugatan Siddiq : SK DPP Nasdem Tak Memiliki Hukum Mengikat

10 Juni 2026 - 10:24 WITA

OSIS – Gudep SMAN 4 Luwu Timur Gelar Program GOES, Siswa Antusias

31 Mei 2026 - 09:44 WITA

Kabar Gembira, Magatti Tour And Travel Buka Cabang di Malili, Ayo Umrah dengan Uang Muka Hanya 500 Ribu

31 Mei 2026 - 09:25 WITA

Indahnya Kolaborasi SMAN 4 Luwu Timur dan Indofood di Program Pendidikan dan Sosial

20 Mei 2026 - 12:09 WITA

Trending CITIZEN JOURNALISM