Menu

Mode Gelap
Jadi Juru Kunci di Group D, Perslutim Dipastikan Gugur di Liga 4 Lagi, Sorowako Kebakaran, Ditinggal anak dan Menantu Seorang Lansia Tewas Terbakar Penetapan Aset Desa Milik Pemdes Sorowako Diduga Langgar Permendagri, Ini Kata Tomas Sorowako Warga Asli Sorowako Pertanyakaan Beberapa Objek Lahan Dijadikan Aset Desa Wujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan, Petani Binaan PT Vale Panen Jagung Pakan di Tondowolio Solidaritas untuk Sumatra: PT Vale Indonesia dan Pemkab Luwu Timur Hadir, Bergerak, dan Menguatkan Masyarakat Terdampak Bencana

LUWU TIMUR

Dari FGD, BPS Klaim Sektor Pertanian Alami Kontraksi -1,84 Persen

badge-check


					Dari FGD, BPS Klaim Sektor Pertanian Alami Kontraksi -1,84 Persen Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Luwu Timur menggelar Focus Grup Discussion (FGD) Analisis Data Sektor Prioritas Pembangunan Kabupaten Luwu Timur bertempat di Aula Bapelitbangda, Selasa (08/08/2023).

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Bapelitbangda mewakili Kepala Bapelitbangda Kabupaten Luwu Timur, Mahyuddin, didampingi Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Munadiah Asad, dan Kepala BPS Kabupaten Lutim, Herbudiman Suandy.

Dalam sambutannya, Mahyuddin mengatakan bahwa, tujuan FGD ini adalah dalam rangka mengakselerasi pencapaian visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Luwu Timur Tahun 2021-2026.

” Tema kita adalah peningkatan produksi sektor pertanian dalam mendorong pertumbuhan basis ekonomi Kabupaten Luwu Timur. Diharapkan melalui FGD ini kita dapat berdiskusi bersama-sama dan memperoleh hasil menjadi kesepahaman dari hasil mengananalisis data sektor prioritas pembangunan khususnya di sektor pertanian yang ada di Lutim,” terang Mahyuddin.

Sementara Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Luwu Timur sekaligus pemateri, Herbudiman Suandy mengungkapkan bahwa, sektor pertanian Luwu Timur mengalami kontraksi sebesar -1,84 % pada tahun 2022, sehingga menjadi hal penting untuk di diskusikan bersama.

” Berdasarkan data pertumbuhan ekonomi Tahun 2022 menurut Produk Domestik Bruto/Produk Domestik Regional Bruto (PDB/PBRB) Produksi (Lapangan Usaha) untuk sektor pertanian indikasi terjadinya penurunan disebabkan oleh peremajaan tanaman, ini patut diperhatikan dan didiskusikan bersama lebih lanjut dikarenakan sektor Pertanian mendominasi sebesar 58,74% mata pencaharian masyarakat kabupaten Luwu Timur,” kata Kepala BPS Lutim.

” Sektor pertanian Luwu Timur mayoritas tercipta dari subsektor perkebunan tahunan dan perikanan sebesar 80,08%. Sektor ini mencakup segala pengusahaan yang didapatkan dari alam dan merupakan benda-benda atau barang-barang biologis (hidup) yang hasilnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri (subsisten) seperti pada kegiatan usaha tanaman pangan,” imbuh Herbudiman.

Finalisasi FGD ini disimpulkan dalam menganalisa data sektor pertanian agar terjadinya peningkatan kedepannya terdapat 3 pendekatan dalam menghitung PDB/PDRB yaitu Pendekatan produksi, Pendekatan pendapatan, dan Pendekatan penggunaan/pengeluaran.

Turut hadir Perwakiilan Kepala OPD terkait lingkup Pemkab Lutim, Perwakilan Bulog Palopo, Perwakilan PT. Vale Indonesia, Tbk., Perwakilan Camat se Kabupaten Luwu Timur, dan jajaran Staf Lingkup Bapelitbangda Kabupaten Lutim. (kominfo-sp)

Lainnya

Jadi Juru Kunci di Group D, Perslutim Dipastikan Gugur di Liga 4

3 Februari 2026 - 12:57 WITA

Lagi, Sorowako Kebakaran, Ditinggal anak dan Menantu Seorang Lansia Tewas Terbakar

3 Februari 2026 - 12:29 WITA

Penetapan Aset Desa Milik Pemdes Sorowako Diduga Langgar Permendagri, Ini Kata Tomas Sorowako

12 Januari 2026 - 12:05 WITA

Warga Asli Sorowako Pertanyakaan Beberapa Objek Lahan Dijadikan Aset Desa

9 Januari 2026 - 16:48 WITA

49 Anggota Polres Luwu Timur Naik Pangkat, Ini Daftarnya

31 Desember 2025 - 10:57 WITA

Trending LUWU TIMUR