Menu

Mode Gelap
Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

LUWU TIMUR

Bupati : Kita Optimalkan Peran Kader Posyandu

badge-check

Bupati : Kita Optimalkan Peran Kader Posyandu Perbesar

Laporan : Rd

LUWU TIMUR,Timuronline – Kader posyandu diharapkan menjadi garda terdepan di bidang kesehatan. Terutama, meningkatkan kualitasnya untuk mencegah angka stunting di Kabupaten Luwu Timur.

Harapan itu disampaikan Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler saat memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan “Jambore Kader Posyandu dengan tema “Cegah Stunting itu Penting, Kader Tangguh No Stunting”, yang digelar di Bukit Wisata Agro, Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda, Jum’at (11/10/2019).

Menurut WHO, kata Bupati, diseluruh dunia diperkirakan ada 178 juta anak dibawah 5 tahun pertumbuhannya terhambat karena stunting, Indonesia merupakan negara urutan kelima dalam jumlah anak dengan kondisi stunting. Maka itu, sambung Bupati, optimalisasi peran kader posyandu mencegah balita stunting terus dipacu, demi terwujudnya generasi yang sehat dan cerdas.

“Jambore kader posyandu merupakan momentum yang sangat penting bagi kader posyandu dalam menggerakan dan menjalankan program dan kegiatan di desa, dimana membutuhkan perhatian dan kerja keras yang serius dalam rangka mencegah dan menanggulangi stunting,” jelasnya.

Ditambahkan, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh kembang pada anak yang disebabkan beberapa faktor. Diantaranya, kurangnya asupan gizi saat ibu hamil dan minus asupan gizi ketika bayi dalam kandungan atau seribu hari pertama kehidupan.

“Karenanya, para kader harus dapat meningkatkan komitmen untuk bersama sama meningkatkan giI masyarakat dalam upaya mencegah stunting,” harapnya.

Sebelumnya, Ketua panitia penyelenggara, Basondeng Abbas menerangkan, kegiatan Jambore Kader Posyandu tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan semangat kerja, sekaligus memberikan motivasi serta meningkatkan keterampilan para kader posyandu.

Selanjutnya, Basondeng pun berharap, melalui kegiatan ini diharapkan agar terbentuk kader-kader unggul penuh inovasi untuk menyelenggarakan kegiatan posyandu.

“Setelah jambore ini, diharapkan pengetahuan kader tentang pendidikan dan kesehatan bertambah sehingga pelayanan posyandu semakin baik,” tandasnya.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari yakni dari 11 hingga 13 Oktober 2019 ini, dimeriahkan berbagai lomba, diantaranya Lomba Penyuluhan, Lomba Simulasi Penimbangan 9 langkah, Lomba Pelaksanaan Posyandu 5 langkah, Lomba Simulasi Cuci Tangan 7 langkah serta beberapa lomba lainnya.

Kesemua lomba tersebut diikuti 110 peserta yang terdiri dari 10 peserta perkecamatan.

Turut hadir pada pembukaan jambore tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Luwu Timur, H. Amran Syam dan seluruh Camat se Kabupaten Luwu Timur. (hms/ikp/kominfo)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur

24 Juli 2026 - 19:34 WITA

Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:53 WITA

Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:12 WITA

VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi

24 Juli 2026 - 13:46 WITA

Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

23 Juli 2026 - 22:57 WITA

Suami Diduga Aniaya Istri di Sorowako, Korban Tak Sadarkan Diri Akibat Luka Lebam di Wajah

23 Juli 2026 - 22:31 WITA

Wow, Pemkab Lutim Rencana Buat Proyek Infastruktur Jalan Senilai 800 Miliar, MUAK Minta DPRD Lutim Tolak

23 Juli 2026 - 21:13 WITA

Trending DPRD LUTIM