Menu

Mode Gelap
Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis Suami Diduga Aniaya Istri di Sorowako, Korban Tak Sadarkan Diri Akibat Luka Lebam di Wajah Wow, Pemkab Lutim Rencana Buat Proyek Infastruktur Jalan Senilai 800 Miliar, MUAK Minta DPRD Lutim Tolak Pelaku Curanmor di Towuti Merupakan Warga Makassar, Kerja Sebagai Buruh Bangunan Ini 8 Tim Peserta Piala Presiden 2026, 3 Tim dari Luar Negeri Membangun Nilai Tambah Melalui Praktik Pertambangan Berkelanjutan, Menteri Investasi Apresiasi Praktik ESG PT Vale di Morowali

LUWU TIMUR

Bentrok Warga – Satpol PP Lutim di Desa Harapan Berbuntut Panjang

badge-check

Bentrok Warga – Satpol PP Lutim di Desa Harapan Berbuntut Panjang Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Bentrok antara warga dan Satpol PP Kabupaten Luwu Timur yang terjadi, Rabu (29/04/2026) di Desa Harapan, Kecamatan Malili akhirnya berbuntut panjang. Selain Satpol PP Lutim telah dilaporkan ke pihak kepolisian Polres Lutim terkait terjadinya dugaan kekerasan ke beberapa warga, pula Anggota DPRD Luwu Timur kini angkat bicara

Ketua Fraksi PDIP DPRD Luwu Timur, Muh.Nur melalui akun facebook miliknya menuturkan keterlibatan Satpol PP dalam mengamankan aset perusahaan di lahan konflik antara masyarakat dan perusahaan adalah tindakan melampaui kewenangan.

” Diharapkan agar Bupati menarik seluruh anggota Satpol PP dari lokasi dan memfasilitasi pihak perusahaan dan warga kembali bernegosiasi,” tulis Cicik sapaan akrab Mu.Nur

Sebelumnya, beberapa ahli waris Mangade To Magi seperti Arfah Syam, Ikhsan Syam, Ancong Taruna Negara, Erik serta Muhlis melaporkan Satpol PP Luwu Timur ke Polres Luwu Timur.

Dalam laporannya , Arfah Syam menjelaskan sekitar pukul 11.00 WITA, Rabu (29/04/2026), pada saat kejadian ia bersama seluruh rumpun keluarga dan ahli waris Mangade To Magi  sedang berada di lokasi lahan perkebunan yang mereka klaim sebagai peninggalan kakek mereka, Mangade Tomagi, yang telah menguasai lokasi tersebut sejak tahun 1969.

Tidak lama berselang, Pemda Kabupaten Luwu Timur melalui Satpol PP yang dipimpin Andi Resa hendak melakukan land clearing untuk kegiatan pertambangan dengan menggunakan dua unit alat berat eksavator.

”  Saya selaku perwakilan keluarga kemudian meminta klarifikasi, namun kurang lebih 100 orang personel Satpol PP mendekat, kemudian kami dikerumuni dan didorong, hingga jatuh,” jelas Arfah Syam.

Akibat insiden tersebut, Arfah Syam mengaku mengalami sakit pada bagian dada dan siku sebelah kiri. Sementara itu, Erik mengalami luka pada siku sebelah kiri dan telapak tangan kiri. (*)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

23 Juli 2026 - 22:57 WITA

Suami Diduga Aniaya Istri di Sorowako, Korban Tak Sadarkan Diri Akibat Luka Lebam di Wajah

23 Juli 2026 - 22:31 WITA

Wow, Pemkab Lutim Rencana Buat Proyek Infastruktur Jalan Senilai 800 Miliar, MUAK Minta DPRD Lutim Tolak

23 Juli 2026 - 21:13 WITA

Pelaku Curanmor di Towuti Merupakan Warga Makassar, Kerja Sebagai Buruh Bangunan

23 Juli 2026 - 20:49 WITA

Viral, Pencuri Motor di Towuti Diseret di Jalan Hingga Dapat “Tendangan Maut”

23 Juli 2026 - 13:47 WITA

Momentum Hari Anak Nasional 2026, Stop Kekerasan Pada Anak

23 Juli 2026 - 12:42 WITA

Gelar Raker, KONI Luwu Timur Tatap Porprov Wajo – Bone

18 Juli 2026 - 18:56 WITA

Trending LUWU TIMUR