Menu

Mode Gelap
Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

LUWU TIMUR

Anak Yatim Dapat Santunan Dari Bupati Lutim

badge-check

Anak Yatim Dapat Santunan Dari Bupati Lutim Perbesar

Laporan : Rs

Editor : Rd

LUWU TIMUR,Timuronline – Memanfaatkan momen Ramadhan sebagai bulan berbagi kebaikan untuk sesama, Bupati Luwu Timur, H. Budiman bersama Islamic Care Foundation atau Lembaga Peduli Umat Islam (LPUI) Kecamatan Mangkutana melaksanakan kegiatan ramadhan berbagi.

Program ramadhan berbagi tersebut di isi dengan penyerahan santunan untuk para anak yatim dan kaum dhuafa. Bupati Budiman berkesempatan langsung menyerahkan santunan tersebut kepada beberapa perwakilan anak yatim didampingi dan pengurus LPUI Mangkutana.

Bupati Luwu Timur, H. Budiman dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan LPUI melalui program ramadhan berbagi bersama anak yatim dan kaum dhuafa. Ia berharap LPUI, tidak hanya ada di Kecamatan Mangkutana namun diharapkan bisa juga terbentuk disetiap Kecamatan lainnya.

Ia juga mengingatkan terkait himbauan larangan mudik. Dikatakannya, mulai besok tepat 6 Mei 2021, sudah akan dilakukan penyekatan di empat pos jaga yang sudah di tentukan Pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda.

“Ada empat titik pos yang akan mulai mengawasi para pemudik. Satu pos di Kecamatan Mangkutana, Kemudian di Burau, lalu di Kecamatan Nuha tepatnya di dermaga dan di Malili, tepatnya di Lampia. Jadi bagi pemudik yang tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan pasti akan disuruh putar balik ke daerah asal,” kata Budiman.

Lanjut Budiman, himbauan larangan mudik ini semata-mata upaya Pemerintah untuk menekan penyebaran virus corona atau Covid-19. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, kata Budiman, apabila Pemerintah tidak melaksanakan larangan mudik maka akan terjadi pergerakan orang yang melakukan perjalanan mudik sebesar 81 juta orang. Namun setelah diumumkannya larangan mudik, masih terdapat 7% atau 17,5 juta orang yang akan melaksanakan mudik.

“Kasus Covid-19 harus kita waspadai, berkaca pada gelombang penyebaran Covid-19 yang terjadi di Luar Negeri. Sebagai contoh di India, terjadi penambahan  kasus baru hingga mencapai 400.000 kasus dan angka kematian mencapai 3.500 kasus dalam sehari. Hal ini disebabkan kelengahan masyarakat terhadap protokol kesehatan,” kata Budiman.

Orang nomor satu di Luwu Timur ini juga berharap agar seluruh masyarakat bisa taat terhadap himbauan Pemerintah terkait larangan mudik dan tetap patuhi protokol kesehatan. Acara santunan anak yatim ini juga di hadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Timur, Sufriaty dan jajarannya serta Camat Mangkutana, Sri Mulyani. (hms/ikp/kominfo)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur

24 Juli 2026 - 19:34 WITA

Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:53 WITA

Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:12 WITA

VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi

24 Juli 2026 - 13:46 WITA

Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

23 Juli 2026 - 22:57 WITA

Suami Diduga Aniaya Istri di Sorowako, Korban Tak Sadarkan Diri Akibat Luka Lebam di Wajah

23 Juli 2026 - 22:31 WITA

Wow, Pemkab Lutim Rencana Buat Proyek Infastruktur Jalan Senilai 800 Miliar, MUAK Minta DPRD Lutim Tolak

23 Juli 2026 - 21:13 WITA

Trending DPRD LUTIM