Menu

Mode Gelap
Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

LUWU TIMUR

Agus Melas : Tidak Terbukti Ada Pelecehan, Sufyan Ingin Nama Baiknya Dipulihkan

badge-check

Agus Melas : Tidak Terbukti Ada Pelecehan, Sufyan Ingin Nama Baiknya Dipulihkan Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Penghentian kasus dugaan pelecehan seksual terhadap 3 orang anak di Luwu Timur oleh Polda Sulsel, disambut baik oleh Sufyan selaku terlapor.

Dalam Press Conference yang dihadiri terlapor bersama kuasa hukumnya, Agus Melas, SH, MH dan Untung Amir, SH, MH, Senin (23/05/2022) di Malili, Sufyan mengaku lega.

” Beberapa waktu lalu di Polda Sulsel telah dilakukan gelar perkara terhadap kasus ini. Dalam gelar perkara tersebut kami hadir dan beberapa pihak, salah satunya ada utusan dari staff kepresidenan. Juga hadir LBH Makassar yang mendampingi pihak pelapor,” kata Agus

Menurut Agus Melas, dalam kesempatan tersebut, Polda Sulsel menghentikan kasus ini karena memang tidak ditemukan bukti yang cukup.

” Nah, kita ingat beberapa tahun lalu, kasus ini pertama bergulir di Polres Luwu Timur, namun dihentikan karena tidak ditemukan dua alat bukti. Hanya saja waktu itu, pihak pelapor dalam hal ini RS tidak puas dengan keputusan yang diambil kepolisian. Makanya dia menggunakan salah satu media untuk mengangkat kembali kasus ini dan sempat viral,” terangnya.

Baca Juga :

https://timur-online.com/halal-bi-halal-vale-awak-media-bayu-aji-jelaskan-komitmen-dorong-kemajuan-daerah/

Lanjut Agus, karena hal itu membuat Polda Sulsel akhirnya turun tangan, bahkan hingga ke Mabes Polri.

” Endingnya adalah, kembali kasus ini dihentikan. Artinya apa ? tidak ada tindak pidana yang terjadi. Dugaan pelecehan sama sekali tidak ada. Bahkan bukan hanya itu, sebelumnya juga Polres Luwu Timur di pra-peradilankan di PN Jakarta Selatan, namun proses penyelidikan yang dilakukan Polres Luwu Timur saat itu sudah tepat dan sesuai prosedur,” tegasnya

Tentu dengan kondisi seperti ini katanya lagi, ada akibat yang ditanggung kliennya. Mulai dari Bullying di media sosial, tugasnya sebagai ASN terganggu, secara psikologi dia tertekan hingga nama baiknya yang sudah rusak.

” Nah untuk itu kami sudah melayangkan laporan terkait dugaan tindak pidana pencemaran nama baik di Polda Sulsel, dan prosesnya masih berjalan,” tuturnya.

Bukan hanya itu, pihaknya juga akan melayangkan gugatan perdata terhadap media Multatuli sebagai media yang menyebarkan berita tidak benar

” Kami meminta kepada Media Multatuli untuk meminta maaf melalui media secara nasional. Dan jika tidak dilakukan, maka kami akan melakukan tuntutan secara perdata, ganti rugi dan rehabilitasi nama bagi klien kami,” pungkas Agus. (*)

 

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur

24 Juli 2026 - 19:34 WITA

Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:53 WITA

Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:12 WITA

VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi

24 Juli 2026 - 13:46 WITA

Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

23 Juli 2026 - 22:57 WITA

Suami Diduga Aniaya Istri di Sorowako, Korban Tak Sadarkan Diri Akibat Luka Lebam di Wajah

23 Juli 2026 - 22:31 WITA

Wow, Pemkab Lutim Rencana Buat Proyek Infastruktur Jalan Senilai 800 Miliar, MUAK Minta DPRD Lutim Tolak

23 Juli 2026 - 21:13 WITA

Trending DPRD LUTIM