LUWU TIMUR,Timuronline – Pengadaan Ambulance Desa di wilayah pemberdayaan PT. Vale Indonesia disorot warga. Berbagai sumber menyebutkan, ada 24 desa di 4 kecamatan wilayah pemberdayaan mengadakan mobil ambulance menggunakan anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) dengan anggaran total sekitar Rp. 6,8 Miliar, sementara harga per unit ambulance Rp. 285 Juta.
Program tersebut diserahkan ke pihak ketiga dalam hal ini kontraktor bernama PT. MSU yang diduga milik ES.
Informasi yang berhasil dihimpun wartawan menyebutkan, pihak kontraktor telah menerima uang pengadaan tersebut sejak bulan Januari 2026. Sesuai kontrak, unit ambulance sudah ada paling lambat bulan April lalu. Namun hingga kini, ambulance desa ini belum menampakkan wujudnya.

Hal ini diperparah dengan “menghilangnya” ES. Kontaknya tak bisa dihubungi. Orang-orang dekatnya pun tak tahu menahu keberadaannya
” Tidak pernah aktif nomornya. Sudah lumayan lama. Kami juga hubungi terus, tapi tidak pernah terhubung,” kata salah seorang rekan ES yang minta namanya tidak disebutkan seperti dikutip dari laman kolomdata.id
Informasi yang juga berhasil dihimpun dari salah seorang kepala desa di Kecajatan Malili mengungkapkan kalau dirinya pun telah lama menunggu ambulance tersebut namun tak jua ada.
” Dananya sudah lama diambil oleh pihak rekanan. Kalau unitnya ditanya, kami pun masih nunggu kabar (belum terima unit),” katanya
” Kami memang dikumpul waktu itu (Januari). Kami sepakat. Kita pahami sajalah. Kita ini hanya kepala desa,” ujar kades lainnya yang juga minta namanya tidak disebutkan.
Berbagai spekulasi akhirnya muncul dipermukaan, ada yang mengatakan, anggaran CSR tersebut telah dibawa kabur. Adapula yang mengatakan, unitnya masih sementara dalam proses.
Diketahui, Setiap desa pemberdayaan PT Vale, mendapatkan dana CSR Rp 300 juta pertahun. Dana CSR ini diperuntukkan untuk membiayai program sosial, lingkungan, dan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan reputasi perusahaan. Fokus utamanya mencakup pendidikan, kesehatan, lingkungan (penghijauan), pemberdayaan UMKM, serta perbaikan infrastruktur umum.
Kita tunggu perkembangannya. (*)





















