Menu

Mode Gelap
Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis Suami Diduga Aniaya Istri di Sorowako, Korban Tak Sadarkan Diri Akibat Luka Lebam di Wajah Wow, Pemkab Lutim Rencana Buat Proyek Infastruktur Jalan Senilai 800 Miliar, MUAK Minta DPRD Lutim Tolak Pelaku Curanmor di Towuti Merupakan Warga Makassar, Kerja Sebagai Buruh Bangunan Ini 8 Tim Peserta Piala Presiden 2026, 3 Tim dari Luar Negeri Membangun Nilai Tambah Melalui Praktik Pertambangan Berkelanjutan, Menteri Investasi Apresiasi Praktik ESG PT Vale di Morowali

Vale Indonesia

Groundbreaking Pembangunan MBR dimulai, Abu Ashar : Semoga Dapat Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Luwu Timur

badge-check

Groundbreaking Pembangunan MBR dimulai, Abu Ashar : Semoga Dapat Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Luwu Timur Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – PT. Vale Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melaksanakan Groundbreaking Pembangunan Matano Belt Road (MBR) ruas Ussu–Nuha–Batas Provinsi Sulawesi Tengah sepanjang 35 kilometer, yang digelar di Desa Ussu, Kecamatan Malili, Senin (22/12/2025).

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menandai dimulainya kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Andi Sudirman mengungkapkan rasa syukurnya atas dimulainya pembangunan jalan tersebut. Ia menyampaikan bahwa seluruh anggaran pembangunan ruas jalan sepanjang 35 kilometer ini berasal dari CSR PT. Vale Indonesia.

“Jadi kita mengucapkan terima kasih banyak kepada PT Vale karena ini salah satu kontribusi paling besar nantinya untuk Luwu Timur. Jalan ini menghubungkan Malili menuju Nuha yang tadinya harus menyeberang, namun sekarang sudah ada alternatif yang bisa menjadi akses utama ke depannya,” ujar Gubernur.

Sementara itu, Chief of Operation PT Vale Indonesia Tbk, Abu Ashar, berharap pembangunan Matano Belt Road dapat berjalan dengan baik dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Ini adalah bukti komitmen PT Vale Indonesia. Kami melihat bahwa dengan pembangunan ini nantinya dapat digunakan dengan baik, meningkatkan perekonomian di Luwu Timur karena jalur transportasi yang semakin bagus dan efisien,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, meskipun suatu saat PT Vale Indonesia tidak lagi beroperasi di Luwu Timur, setidaknya akan ada infrastruktur yang tertinggal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Semoga ke depannya pembangunan ini benar-benar bermanfaat. Walaupun nantinya PT Vale sudah tidak lagi ada di Luwu Timur, paling tidak ada yang tertinggal dan bisa kita kenang,” tutupnya. (*)

Matano Belt Road merupakan ruas jalan vital yang menghubungkan Malili dengan kawasan Matano serta menjadi bagian dari koridor penghubung menuju Provinsi Sulawesi Tengah. (*)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

23 Juli 2026 - 22:57 WITA

Suami Diduga Aniaya Istri di Sorowako, Korban Tak Sadarkan Diri Akibat Luka Lebam di Wajah

23 Juli 2026 - 22:31 WITA

Wow, Pemkab Lutim Rencana Buat Proyek Infastruktur Jalan Senilai 800 Miliar, MUAK Minta DPRD Lutim Tolak

23 Juli 2026 - 21:13 WITA

Pelaku Curanmor di Towuti Merupakan Warga Makassar, Kerja Sebagai Buruh Bangunan

23 Juli 2026 - 20:49 WITA

Membangun Nilai Tambah Melalui Praktik Pertambangan Berkelanjutan, Menteri Investasi Apresiasi Praktik ESG PT Vale di Morowali

23 Juli 2026 - 14:27 WITA

Viral, Pencuri Motor di Towuti Diseret di Jalan Hingga Dapat “Tendangan Maut”

23 Juli 2026 - 13:47 WITA

Proyek HPAL Sambalagi Capai Tonggak Penting dengan Kedatangan Autoclave, Perkuat Masa Depan Hilirisasi Berkelanjutan

23 Juli 2026 - 13:26 WITA

Trending Vale Indonesia