Menu

Mode Gelap
Ini Klasemen Sementara Piala Dunia 2026 Usai Tuan Rumah Meksiko dan AS Menang Lagi Temuan BPK, 20 Penerima Bantuan Lansia Dibawah Umur 60 tahun Hari Lingkungan Hidup, PT. PUL Tanam Ratusan Bibit Pohon Mangrove Bantuan Seragam Sekolah di Lutim Banyak Masalah, BPK RI Temukan Fakta Mengejutkan Nyawa Gadis di Kalaena Berakhir Tragis di Tangan Tetangga Sendiri Jauh ke Lutim Nonton Konser, Warga Bone-Bone Lutra Kecurian

ARTIKEL

Pemuda Hindu di Tengah Perubahan Sosial dan Tantangan Globalisasi : Merawat Dharma, Menyapa Dunia

badge-check


					Pemuda Hindu di Tengah Perubahan Sosial dan Tantangan Globalisasi :  Merawat Dharma, Menyapa Dunia Perbesar

Oleh : Putu Gede Sudarsana, SKM,M.Kes (Dewan Penasehat DPK Peradah Luwu Timur)

Derasnya perubahan sosial dan gelombang digital yang kian tak terbendung, Globalisasi tak hanya membuka peluang tanpa batas, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan yang tak ringan mencakup krisis nilai, polarisasi identitas, disinformasi, hingga kerentanan sosial-ekologis. Di tengah pusaran itu, pemuda Hindu memiliki peran yang tidak sekadar penting, melainkan strategis sebagai penjaga nilai, agen perubahan, sekaligus jembatan peradaban.

Pertama-tama, pemuda Hindu adalah penguat nilai dharma dan karakter bangsa. Di saat etika publik sering tergerus oleh pragmatisme, ajaran Panca Sradha, Tat Twam Asi, Tri Hita Karana, dan Vasudhaiva Kutumbakam menemukan relevansinya yang paling nyata. Nilai-nilai ini bukan hanya untuk dihafal dalam kitab suci, tetapi untuk dihidupkan dalam keluarga, ruang sosial, hingga jagat digital. Menghormati sesama, menjaga keseimbangan dengan alam, dan memandang dunia sebagai satu keluarga besar menjadi laku hidup yang menumbuhkan keadaban publik.

Di ranah kebangsaan yang majemuk, pemuda Hindu tampil sebagai agen moderasi beragama. Indonesia berdiri di atas keberagaman, dan di sanalah ujian toleransi sesungguhnya berlangsung. Pemuda Hindu dipanggil menjadi penjaga kerukunan, penangkal radikalisme, serta teladan dialog damai. Moderasi beragama bukan sikap pasif, melainkan keberanian untuk hadir, mendengar, dan merawat kebhinekaan dengan ketulusan.

Memasuki era digital, peran pemuda Hindu kian menentukan. Di Tahun 2025 ini menuntut generasi muda yang adaptif terhadap teknologi, tetapi tetap berakar pada dharma dan nilai luhur budaya. Ruang digital harus menjadi medan kebajikan, bukan ladang hoaks, ujaran kebencian, dan disinformasi. Literasi digital berbasis etika Hindu menjadi ikhtiar penting tak hanya cakap teknologi, namun santun nurani, cepat informasi, tetapi bijak dalam berbagi.

Selaras dengan Tri Hita Karana, pemuda Hindu juga menjadi penggerak sosial dan lingkungan. Aksi kemanusiaan, kepedulian terhadap alam, serta keterlibatan dalam penanggulangan bencana dan kegiatan sosial desa adalah wujud nyata spiritualitas yang membumi. Di tengah krisis iklim dan ketimpangan sosial, kepedulian bukan pilihan, melainkan panggilan zaman.

DI sektor ekonomi, pemuda Hindu berpeluang menjadi motor pemberdayaan umat. Inovasi UMKM berbasis kearifan lokal, pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata budaya, hingga kewirausahaan sosial adalah jalan untuk memadukan nilai, kreativitas, dan keberlanjutan. Ekonomi tidak semata mengejar laba, tetapi juga membawa manfaat sosial dan ekologis.

Lebih jauh, pemuda Hindu adalah kader kepemimpinan masa depan. Mereka dituntut siap memimpin organisasi, desa, dan daerah; menjadi mitra strategis pemerintah; serta menghadirkan integritas, etika, dan semangat pelayanan publik. Kepemimpinan yang berakar pada dharma bukanlah dominasi, melainkan pengabdian.

Akhirnya, pemuda Hindu memikul amanat sebagai penjaga budaya dan tradisi Hindu Nusantara. Seni, adat, dan ritual keagamaan perlu dirawat, dikemas secara kreatif, dan diwariskan secara inklusif kepada generasi berikutnya. Tradisi bukan beban masa lalu, melainkan sumber daya kultural untuk menjawab masa depan.

Di tengah perubahan sosial, digital, dan tantangan global, pemuda Hindu diharapkan tidak sekadar menjadi penonton zaman. Dengan dharma sebagai petunjuk arah , pemuda Hindu dapat melangkah mantap, merawat akar, menyapa dunia, dan memberi makna bagi Indonesia yang berkeadaban. *)

Baca Lainnya

Lagi Temuan BPK, 20 Penerima Bantuan Lansia Dibawah Umur 60 tahun

12 Juni 2026 - 13:12 WITA

Bantuan Seragam Sekolah di Lutim Banyak Masalah, BPK RI Temukan Fakta Mengejutkan

12 Juni 2026 - 11:02 WITA

Kejari Lutim Pastikan Kasus Seragam Sekolah Tetap Berjalan. Akan Ada Tersangka ?

11 Juni 2026 - 10:55 WITA

PN Malili Menangkan Gugatan Siddiq : SK DPP Nasdem Tak Memiliki Hukum Mengikat

10 Juni 2026 - 10:24 WITA

OSIS – Gudep SMAN 4 Luwu Timur Gelar Program GOES, Siswa Antusias

31 Mei 2026 - 09:44 WITA

Kabar Gembira, Magatti Tour And Travel Buka Cabang di Malili, Ayo Umrah dengan Uang Muka Hanya 500 Ribu

31 Mei 2026 - 09:25 WITA

Indahnya Kolaborasi SMAN 4 Luwu Timur dan Indofood di Program Pendidikan dan Sosial

20 Mei 2026 - 12:09 WITA

Trending CITIZEN JOURNALISM