Menu

Mode Gelap
Jadi Juru Kunci di Group D, Perslutim Dipastikan Gugur di Liga 4 Lagi, Sorowako Kebakaran, Ditinggal anak dan Menantu Seorang Lansia Tewas Terbakar Penetapan Aset Desa Milik Pemdes Sorowako Diduga Langgar Permendagri, Ini Kata Tomas Sorowako Warga Asli Sorowako Pertanyakaan Beberapa Objek Lahan Dijadikan Aset Desa Wujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan, Petani Binaan PT Vale Panen Jagung Pakan di Tondowolio Solidaritas untuk Sumatra: PT Vale Indonesia dan Pemkab Luwu Timur Hadir, Bergerak, dan Menguatkan Masyarakat Terdampak Bencana

LUWU TIMUR

Bunda Paud Lutim Ingatkan Pentingnya Sinergi Guru dan Orang Tua Dalam Fase Golden Age

badge-check


					Bunda Paud Lutim Ingatkan Pentingnya Sinergi Guru dan Orang Tua Dalam Fase Golden Age Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Bunda Paud Luwu Timur, Hj. Sufriaty Budiman yang juga Ketua TP PKK Lutim mengungkapkan pentingnya sinergi antara guru dan orang tua dalam penguatan fase golden age atau usia emas pada anak usia dini, saat menjadi narasumber kegiatan Sosialisasi Transisi Paud ke SD yang menyenangkan, di Aula Kantor Desa Watangpanua, Kecamatan Angkona, Jum’at (13/10/2023).

Menurut Sufriaty, periode emas atau golden age adalah tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang paling penting pada masa awal kehidupan anak yang hanya terjadi satu kali dalam kehidupan setiap anak. Golden age meliputi 1.000 hari pertama kehidupan anak yang dihitung dari masa kandungan sampai dengan usia anak mencapai dua tahun.

“Fase ini akan sangat berpengaruh pada masa depannya nanti. Sehingga pada fase ini menghindari cubitan, bentakan karena akan merusak jiwa anak. Jika berkomunikasi dengan anak gunakanlah frekuensi suara yang rendah tetapi tetap memperhatikan ketegasan dan pertumbuhan fisik anak,” terang Sufriaty.

Ia menjelaskan, ada lima indikator pentingnya orang tua mengenal tiap tahapan golden age yaitu; motorik kasar, motorik halus, kognitif, bicara dan interaksi sosial.

“Jika terpenuhi enam aspek kemampuan pondasi anak seperti pengembangan keterampilan motorik dan perawatan diri yang memadai, dapat menjadikan anak aktif berpartisipasi di lingkungan sekolah secara mandiri,” jelas Sufriaty.

Oleh karena itu, sinergi antara orang tua dan guru memegang peranan penting dalam mendukung perkembangan anak pada fase golden age.

“Dengan komunikasi dan kerjasama antara guru dan orang tua, anak usia dini akan memiliki pondasi yang kuat untuk pertumbuhan dan perkembangannya yang lebih baik,” pungkasnya.

Turut hadir, Camat Angkona beserta Ketua TP PKK Kecamatan Angkona, Fasilitator Transisi Paud ke SD, Yunita, Plt. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Rosmiati Alwy beserta jajaran, para Kepala Desa beserta Bunda Paud Desa, Kepala Sekolah SD, TK, Orang tua siswa, TP PKK Kecamatan Angkona, Kader Posyandu dan Pemerhati Anak Usia Dini. (kominfo-sp)

Lainnya

Jadi Juru Kunci di Group D, Perslutim Dipastikan Gugur di Liga 4

3 Februari 2026 - 12:57 WITA

Lagi, Sorowako Kebakaran, Ditinggal anak dan Menantu Seorang Lansia Tewas Terbakar

3 Februari 2026 - 12:29 WITA

Penetapan Aset Desa Milik Pemdes Sorowako Diduga Langgar Permendagri, Ini Kata Tomas Sorowako

12 Januari 2026 - 12:05 WITA

Warga Asli Sorowako Pertanyakaan Beberapa Objek Lahan Dijadikan Aset Desa

9 Januari 2026 - 16:48 WITA

49 Anggota Polres Luwu Timur Naik Pangkat, Ini Daftarnya

31 Desember 2025 - 10:57 WITA

Trending LUWU TIMUR