Menu

Mode Gelap
CLM Tuntaskan Pelatihan Sembilan Orang Security Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji Hasil Piala Dunia 2026 : Portugal Ditahan Imbang Kongo, Inggris Atasi Kroasia

LUWU TIMUR

Lutim Masuk 10 Besar Nasional Kategori Indeks Partisipasi Pelaku Usaha Terbesar E-Katalog Lokal

badge-check


					Lutim Masuk 10 Besar Nasional Kategori Indeks Partisipasi Pelaku Usaha Terbesar E-Katalog Lokal Perbesar

JAKARTA, Timuronline – Kabupaten Luwu Timur masuk dalam 10 besar Kategori Kabupaten/kota dengan Partisipasi Pelaku Usaha terbesar pada implementasi E-katalog lokal, dengan 49 Pelaku Usaha atau 18,22%.

Hal tersebut terungkap pada acara APKASI Procurement Network 2022 Expo and Forum di JI Expo Kemayoran Jakarta Pusat pada, Rabu (24/8/2022).

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mencatat hingga saat ini terdapat 10 dari 474 Kabupaten kota yang Partisipasi Pelaku Usahanya terbesar pada E-katalog Lokal termasuk Kabupaten Luwu Timur.

Kategori Indeks Partisipasi Pelaku Usaha Terbesar

Menurut Kepala LKPP, Abdullah Azwar Anas, transaksi yang besar pada E-Katalog Lokal harus seiring sejalan dengan jumlah Pelaku Usaha Mikro dan kecil, sehingga ada pemerataan pada sektor Usaha Mikro dan Kecil untuk mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Semua sudah mudah, jadi tidak ada alasan lagi para Bupati untuk tidak membangun Katalog Elektronik Lokal,” tegas Kepala LKPP, Abdullah Azwar Anas, saat memberikan sambutan dalam acara APKASI Procurement Network 2022 Expo and Forum.

Menurut Azwar Anas, untuk memudahkan K/L/PD dalam mengalokasikan dana tersebut, LKPP telah memberikan kemudahan belanja pemerintah melalui Katalog Elektronik, dimana saat ini sudah beragam produk yang tayang dalam Katalog Elektronik baik Nasional, Sektoral maupun Lokal yang dapat dikonsumsi oleh pemerintah.

Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah (K/L/PD) tidak henti-hentinya didorong untuk mengalokasikan 40% belanja APBN/APBD bagi produk dalam negeri (PDN) dan produk usaha mikro, kecil, dan koperasi (UMK-Koperasi). Hal ini sesuai Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi dalam rangka menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Hal ini untuk menghidupkan geliat perekonomian paska pandemi covid-19, Namun Pemerintah memprediksi bahwa penguatan PDN dan produk UMK-Koperasi akan meningkatkan perekonomian Indonesia menjadi empat besar perekonomian dunia pada tahun 2050.

Baca Juga:

TP PKK Lutim Sabet Dua Penghargaan Pada HKG PKK ke-50 Sulsel

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kab. Luwu Timur, H. Bahri Suli, saat menghadiri kegiatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada stakeholder terkait, sehingga secara nasional Pemerintah Kabupaten Luwu Timur termasuk dalam 10 besar Kategori Kabupaten/kota dengan Partisipasi Pelaku Usaha terbesar pada implementasi Ekatalog Lokal.

“Terima kasih kepada seluruh OPD atas pencapaian ini, harapan saya kiranya kiat bias mengoptimalkan transaksi di katalog elektronik lokal Kabupaten Luwu Timur,“ tandas Sekda Bahri Suli.

Kegiatan APKASI Procurement Network 2022 Expo and Forum yang digelar selama 3 hari dan dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri ini bertujuan untuk memfasilitasi Pemda untuk berinteraksi langsung dengan para penyedia yang telah menayangkan produknya dalam Katalog Elektronik.

Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian mengatakan bahwa, Kemendagri telah mendorong dan memerintahkan kepada seluruh kepala daerah untuk memiliki komitmen untuk membentuk Katalog Elektronik Lokal dan menggunakan alokasi belanjanya 40% untuk PDN. (ikp-kehumasan/kominfo-sp)

Baca Lainnya

Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli

18 Juni 2026 - 15:54 WITA

Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur

18 Juni 2026 - 12:46 WITA

Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa

18 Juni 2026 - 11:46 WITA

Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

18 Juni 2026 - 11:20 WITA

Dua Guru Ngaji di Lutim Tak Lagi Terima Insentif, Namanya Tiba-tiba Menghilang

17 Juni 2026 - 11:54 WITA

Viral, Warga Tahan Mobil Pick Up Angkut Solar Ilegal, Polisi : Kita Sudah Amankan

15 Juni 2026 - 10:53 WITA

Lagi Temuan BPK, 20 Penerima Bantuan Lansia Dibawah Umur 60 tahun

12 Juni 2026 - 13:12 WITA

Trending LUWU TIMUR