Menu

Mode Gelap
CLM Tuntaskan Pelatihan Sembilan Orang Security Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji Hasil Piala Dunia 2026 : Portugal Ditahan Imbang Kongo, Inggris Atasi Kroasia

LUWU TIMUR

Rencana Aksi Percepatan Penurunan Angka Stunting

badge-check


					Rencana Aksi Percepatan Penurunan Angka Stunting Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Hj. Puspawati Husler mengikuti Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia yang dilaksanakan secara virtual di Ruang Bidang Telematika Diskominfo-SP, Selasa (22/03/2022).

Sosialisasi ini guna meningkatkan koordinasi, integrasi dan sinergitas program dan kegiatan percepatan penurunan stunting dengan Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/kota, Pemerintah Desa dan Pemangku Kepentingan dalam upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Deputi Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan dalam hal ini Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) Republik Indonesia (RI), Suprayoga Hadi mengatakan bahwa, sesuai Peraturan Presiden RI Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting merupakan komitmen yang sangat tegas dari Pemerintah Pusat bahwa stunting ini perlu dilakukan.

“Oleh karena itu, untuk memperlancar upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia maka BKKBN berkoordinasi dengan berberapa Kementrian terkait menyusun aksi penurunan stunting di Indonesia,” kata Suprayoga Hadi.

Baca Juga :

Pemkab Lutim Siap Salurkan Bansos Sembako

Suprayoga Hadi menambahkan, ada 8 provinsi yang merupakan target perhitungan penurunan prevalensi balita stunting tahun 2022, 2023 dan 2024 di Provinsi Regional III diantaranya ; Gorontalo, Bali, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, dan Sulawesi Selatan.

“Inilah yang perlu diperhatikan untuk prevalensi balita stunting,” jelas Suprayoga Hadi.

Ia menambahkan, salah satu yang sangat berisiko terjadinya stunting adalah keluarga. “Ini merupakan target ataupun sasaran untuk mencegah terjadinya stunting,” kata Suprayoga Hadi.

Ia juga mengungkapkan, salah satu penyebab terjadinya stunting dintaranya ; tempat yang kurang layak, pola makan yang kurang baik, rendahnya asupan vitamin dan mineral. “Itu yang perlu kita perhatikan untuk mengurangi stunting yang terjadi di Indonesia,” harapnya.

Terakhir, dirinya menyarankan agar dalam percepatan penurunan angka stunting di Indonesia perlu keterlibatan mahasiswa dalam melakukan sosialisasi.

“Saya kira dengan keterlibatan mahasiswa dalam melakukan sosialisasi terhadap pencengahan stunting yang ada di Indonesia ini dapat membantu mengurangi penurunan stunting,” tutupnya.

Selain jajaran Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Lutim, turut hadir dalam kegiatan ini Dinas Kesehatan, Kepala Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Bapelitbangda Lutim, Delta Datutasik, dan Tim Penggerak PKK Lutim. (ikp/kominfo-sp)

 
 
 

Baca Lainnya

Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli

18 Juni 2026 - 15:54 WITA

Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur

18 Juni 2026 - 12:46 WITA

Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa

18 Juni 2026 - 11:46 WITA

Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

18 Juni 2026 - 11:20 WITA

Dua Guru Ngaji di Lutim Tak Lagi Terima Insentif, Namanya Tiba-tiba Menghilang

17 Juni 2026 - 11:54 WITA

Viral, Warga Tahan Mobil Pick Up Angkut Solar Ilegal, Polisi : Kita Sudah Amankan

15 Juni 2026 - 10:53 WITA

Lagi Temuan BPK, 20 Penerima Bantuan Lansia Dibawah Umur 60 tahun

12 Juni 2026 - 13:12 WITA

Trending LUWU TIMUR