Menu

Mode Gelap
CLM Tuntaskan Pelatihan Sembilan Orang Security Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji Hasil Piala Dunia 2026 : Portugal Ditahan Imbang Kongo, Inggris Atasi Kroasia

LUWU TIMUR

Dalam 6 Bulan Ada 29 Kasus DBD di Lutim, Ini Cara Pemerintah Cegah Penularannya

badge-check


					Dalam 6 Bulan Ada 29 Kasus DBD di Lutim, Ini Cara Pemerintah Cegah Penularannya Perbesar

Laporan : Rs

Editor : Rd

LUWU TIMUR,Timuronline – Dalam upaya mencegah penularan sekaligus penyelenggaraan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Luwu Timur, Dinas Kesehatan Lutim saat ini gencar melakukan fogging atau pengasapan dengan menyasar daerah-daerah yang terdapat kasus demam berdarah dengue.

Informasi dari Dinas kesehatan Kabupaten Luwu Timur melalui Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) menyebutkan, saat ini jumlah penderita DBD di Luwu Timur mencapai 29 Kasus sejak bulan Januari hingga 11 Juni 2021.

” Jadi sejak bulan Januari hingga 11 Juni hari ini, tercatat sebanyak 29 kasus DBD di Luwu Timur, dengan rincian ; bulan Februari 2 Kasus, Maret 2 kasus, April 2 kasus, Mei 15 Kasus dan Juni 8 Kasus,” kata Aflrida Lembang, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Lutim.

Alfrida menambahkan, kasus DBD ini menyebar di sejumlah kecamatan di Lutim antara lain ; Wasuponda, Nuha, Towuti, Burau dan Malili. DariĀ  jumlah 29 Kasus ini, Kecamatan Malili tercatat sebagai penyumbang terbanyak yakni 9 Kasus yg tersebar di Desa Puncak Indah, Balantang, Atue dan Wewangriu.

Menurut Alfrida, saat ini Petugas dari Dinas Kesehatan terus melakukan berbagai upaya untuk memutus mata rantai DBD ini, selain Fogging fokus yang sifatnya memutus mata rantai penyebaran DBD, juga dilakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan budaya 3 M yakni ; Menguras, Menutup dan Mengurai sampah untuk memberantas sarang nyamuk malaria Aedes aegypti.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, Hj. Rosmini Pandin, yang dikonfirmasi terkait mewabahnya DBD di Lutim, mengungkapkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat harus terus dibudayakan oleh masyarakat, apalagi saat ini pandemi covid19 belum berakhir.

” Jadi selain covid19 yang harus dicegah dengan 3M , maka DBD juga demikian, Menguras, Menutup dan Mengurai sampah untuk mencegah reproduksi nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah,” kata Rosmini. (ikp/kominfo)

Baca Lainnya

Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli

18 Juni 2026 - 15:54 WITA

Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur

18 Juni 2026 - 12:46 WITA

Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa

18 Juni 2026 - 11:46 WITA

Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

18 Juni 2026 - 11:20 WITA

Dua Guru Ngaji di Lutim Tak Lagi Terima Insentif, Namanya Tiba-tiba Menghilang

17 Juni 2026 - 11:54 WITA

Viral, Warga Tahan Mobil Pick Up Angkut Solar Ilegal, Polisi : Kita Sudah Amankan

15 Juni 2026 - 10:53 WITA

Lagi Temuan BPK, 20 Penerima Bantuan Lansia Dibawah Umur 60 tahun

12 Juni 2026 - 13:12 WITA

Trending LUWU TIMUR