Menu

Mode Gelap
Spanyol Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026, Kalahkan Belgia 2-1 Catatan Menohok Fraksi PDI-P Terhadap Banyaknya Program Pemkab Lutim Bermasalah Hasil Perempat Final Piala Dunia 2026: Prancis Tembus Semifinal, Maroko Akhirnya K.O Perkuat Kriya Lokal Luwu Timur, PT Vale Hadirkan Anyaman Teduhu di Ajang Dekranas Perempat Final Piala Dunia 2026 : Pertarungan Menuju 4 Terbaik Cium Adanya Pelanggaran HAM, Komnas HAM RI Minta Bupati Lutim Tunda Penggusuran Petani Laoli

LUWU TIMUR

Program Healthier Smiler Luwu Timur Dimulai

badge-check

Program Healthier Smiler Luwu Timur Dimulai Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Asisten Administrasi Umum Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Nursih Hariani mewakili Bupati Lutim, didampingi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, H. Basruddin, Sekretaris Dinas Kesehatan, Andi Tulleng, PT. Mars Symbioscience Indonesia, Andi Fitriani serta Senior Program Manager Yayasan Save The Children Indonesia, Aduma Sitomorang, melakukan peluncuran program kesehatan gigi dan mulut (Healthier Smiler), di Aula Disdikbud, Selasa (24/05/2022).

Kegiatan tersebut bertujuan dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat khususnya siswa sekolah dasar akan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang berkualitas.

Dalam sambutannya, Asisten Administrasi Umum, Nursih Hariani menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Save The Children Indonesia Kabupaten Lutim yang telah meluncurkan program ini.

Baca Juga :

Terima Mahasiswa Baru, ITH Pare-Pare Audiens ke Luwu Timur

“Momentum ini merupakan kesempatan bagi kita untuk melakukan pendampingan dan edukasi khususnya yang berkaitan dengan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta pengaruhnya terhadap kesehatan secara umum maupun kehidupan sosial,” kata Nursih.

Menurut mantan Kadis Pertanian, sektor kesehatan juga menjadi salah satu agenda utama pembangunan di Kabupaten Luwu Timur. Karenanya, pemerintah selalu berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat agar masyarakat bisa hidup dengan layak serta sehat fisik, jasmani maupun lingkungannya.

“Dengan adanya pendidikan dan pemberian pengetahuan tentang kesehatan gigi sejak usia dini, akan membantu masyarakat terutama anak-anak kita menerapkan pola hidup sehat,” jelasnya.

Asisten Administrasi Umum juga menyampaikan, menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi secara baik dan benar merupakan teknik pencegahan yang mudah dan sudah dikenal.

“Semoga kebiasaan menggosok gigi demi kesehatan akan menjadi proses kesadaran yang pada akhirnya bisa menjadi tauladan generasi turun-temurun dibawahnya, serta sikap dan perilaku murid sekolah dasar terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut akan meningkat.” harapnya.

Pada kesempatan tersebut, PT. Mars Symbioscience Indonesia, Andi Fitriani mengatakan, sebagai bisnis di Mars, kesehatan dan tumbuh kembang kesejahteraan anak-anak sebagai generasi penerus merupakan kelanjutan dari program bisnis kedepan.

“Maka dari itu, sangat penting untuk kami membuat salah satu program yang nantinya dapat membantu anak-anak di daerah-daerah,” kata Andi Fitriani.

Ia juga berharap kedepan program ini dapat bermanfaat bagi anak-anak yang berada di Luwu Timur.

Sedangkan Senior Program Manager Yayasan Save The Children Indonesia, Aduma Sitomorang membeberkan bahwa, 93% anak Indonesia dengan usia 5-6 tahun mengalami kerusakan gigi, di Sulawesi Selatan (Sulsel) 95% anak tidak melakukan perawatan gigi dan 38% dari anak tersebut hanya mengandalkan perawatan sendiri dan 93,5% dari populasi di Sulsel telah menggosok gigi. Namun faktanya 8,8% bahkan kurang dari 10% yang menggosok gigi.

“Ini menjadi dasar kita melakukan kegiatan hari ini sehingga kedepan anak-anak maupun yang lain dapat secara rutin menggosok gigi,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan apabila terjadi kekurangan gizi yang akan berdampak negatif terhadap perkembangan anak.

“Inilah yang nantinya akan mempersulit anak-anak untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan khususnya pada pendidikan,” kata Aduma Sitomorang.

Terakhir, ia mengatakan bahwa, Save The Children bersama Mars Foundation dalam melakukan peningkatan kualitas kesehatan gigi dan mulut untuk di Lutim menargetkan 15 sekolah utama, 25 sekolah imbas dengan target 8.000 anak-anak di 25 sekolah, 170 guru dan 400 orang tua baik perwakilan masyarakat dan pelayanan kesehatan dalam hal ini adalah Puskesmas.

Turut hadir Kepala Bidang Informasi, Komunikasi Publik dan Kehumasan (Diskominfo-SP), Hayati Ilyas, Bapelitbangda, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bagian Kesejahtraan Rakyat Lutim, Kepala Puskesmas Lutim, Pengawas Sekolah dan Kepala Sekolah Lutim dan perwakilan Save The Children. (ikp-kehumasan/kominfo-sp)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Catatan Menohok Fraksi PDI-P Terhadap Banyaknya Program Pemkab Lutim Bermasalah

10 Juli 2026 - 21:53 WITA

Cium Adanya Pelanggaran HAM, Komnas HAM RI Minta Bupati Lutim Tunda Penggusuran Petani Laoli

9 Juli 2026 - 21:04 WITA

Erwin Sandi dan Armin Jafar Memenuhi Panggilan Kejari Luwu Timur, Sudah Tersangka ?

9 Juli 2026 - 09:51 WITA

Kejari Lutim Geledah Rumah Erwin Sandi di Malili, Sita Sejumlah Barang Bukti

3 Juli 2026 - 16:03 WITA

Ekonom Unhas Soroti Paradoks Pembangunan Luwu Timur: Kaya Tambang, Kesejahteraan Belum Merata

2 Juli 2026 - 22:15 WITA

PT. CLM Bantu Pembangunan Rumah Ibadah di Desa Pasi-Pasi

2 Juli 2026 - 22:09 WITA

Momen HUT Bhayangkara ke-80, Memupuk Kemitraan Polisi – Awak Media

1 Juli 2026 - 14:35 WITA

Trending LUWU TIMUR