Menu

Mode Gelap
Sukseskan Musancab, DPC PDI-P Lutim Gelar Rapat Persiapan Dua Guru Ngaji di Lutim Tak Lagi Terima Insentif, Namanya Tiba-tiba Menghilang Suara Hati Ketua STT: Upaya Merajut Kerja Sama Masyarakat Hindu Di Desa Kertoraharjo SMAN 4 Luwu Timur Gelar Studi Wawasan di Wawania Rahampu’u Matano Pertama di Piala Dunia 2026, Messi Cetak Hattrick, Jadi Top Scorer Sementara Hasil Group I Piala Dunia 2026 : Perancis Taklukkan Senegal, Mbappe Cetak Brace

LUWU TIMUR

1000 Siswa SMA/SMK se-Lutim Ikuti Festival Sulsel Menari

badge-check


					1000 Siswa SMA/SMK se-Lutim Ikuti Festival Sulsel Menari Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Sebanyak 1000 penari yang menarikan Tari Padduppa berasal dari siswa SMA dan SMK Se-kabupaten Luwu Timur ikut serta meramaikan festival Sulsel Menari tahun 2024 yang berlangsung di Lapangan Merdeka Malili, Rabu (12/06/24).

Festival Sulsel Menari yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sulawesi Selatan ini melibatkan 24.900 penari yang berasal dari 24 kabupaten/kota yang berpusat dikawasan Lego-Lego Center Poin Of Makassar (CPI) secara virtual.

Hadir langsung, Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga, Arbiyanti Febthavia, Asisten Perekonomian dan Pengembangan Infrastruktur, Masdin, para Kepala OPD, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Wilayah Provinsi Sulsel, serta para siswa SMA/SMK se-Lutim.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulsel, Muhammad Arafah menjelaskan bahwa, tari Padduppa merupakan salah satu kearifan lokal Bugis-Makassar, dimana Tari Padduppa adalah tarian yang sering ditampilkan untuk menyambut tamu atau disebut pula sebagai tari selamat datang dari suku bugis.

“Tari Padduppa memang sangat khas di Sulawesi Selatan karena di setiap kegiatan, tari ini di bawakan untuk menjemput atau menghormati para tamu-tamu. Tidak dipungkiri bahwa tari ini sering dipertunjukkan,” kata Arafah.

Oleh karena itu, Muhammad Arafah mengharapkan agar kegiatan Sulsel menari bisa menjadi motivasi bagi semua pihak.

“Semoga ini bisa dijadikan semangat bagi kita semua khususnya saya dan rekan-rekan kepala OPD untuk senantiasa berinovasi,” ucapnya.

Pada festival ini Disbudpar menargetkan 2 kategori yang dicatat sebagai REKOR MURI, yakni Tari Padduppa dan kostum adat (Baju Bodo). (*)

 

Baca Lainnya

Dua Guru Ngaji di Lutim Tak Lagi Terima Insentif, Namanya Tiba-tiba Menghilang

17 Juni 2026 - 11:54 WITA

Viral, Warga Tahan Mobil Pick Up Angkut Solar Ilegal, Polisi : Kita Sudah Amankan

15 Juni 2026 - 10:53 WITA

Lagi Temuan BPK, 20 Penerima Bantuan Lansia Dibawah Umur 60 tahun

12 Juni 2026 - 13:12 WITA

Bantuan Seragam Sekolah di Lutim Banyak Masalah, BPK RI Temukan Fakta Mengejutkan

12 Juni 2026 - 11:02 WITA

Kejari Lutim Pastikan Kasus Seragam Sekolah Tetap Berjalan. Akan Ada Tersangka ?

11 Juni 2026 - 10:55 WITA

PN Malili Menangkan Gugatan Siddiq : SK DPP Nasdem Tak Memiliki Hukum Mengikat

10 Juni 2026 - 10:24 WITA

OSIS – Gudep SMAN 4 Luwu Timur Gelar Program GOES, Siswa Antusias

31 Mei 2026 - 09:44 WITA

Trending CITIZEN JOURNALISM