Menu

Mode Gelap
7 Bulan Berlalu Penemuan Mayat di Tomoni, Polisi Belum Tetapkan Tersangka Hasil Piala Dunia 2026 : Jerman dan Swedia Menang Telak, Belanda Tertahan Viral, Warga Tahan Mobil Pick Up Angkut Solar Ilegal, Polisi : Kita Sudah Amankan Hasil Piala Dunia 2026 Group D : Australia Bekuk Turki 2-0 Daftar Pencetak Gol Piala Dunia 2026 Hasil dan Jadwal Piala Dunia 2026

LUWU TIMUR

Pemkab Lutim Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Secara Virtual

badge-check


					Pemkab Lutim Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Secara Virtual Perbesar

LUWU TIMUR, Timuronline – Pemerintan Kabupaten Luwu Timur mengikuti secara virtual Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang bertemakan “Kebersamaan Dalam Menangani Inflasi Daerah Dengan Baik dan Lancar” di Aula Media Center Dinas Kominfo-SP Lutim, Selasa (30/08/2022).

Rakor dibuka dan dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian, didampingi Wakil Mendagri RI, John Wempi Wetipo dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Dr. Margo Yuwono.

Sementara dari Pemkab Lutim yang sempat hadir diantaranya; Staf Ahli Pembangunan, Rapiuddin Tahir, Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan, Masdin, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aini Endis Anrika, Kepala Dinas Perhubungan, AR. Salim, perwakilan Polres Lutim, perwakilan Kejaksaan Lutim, dan perwakilan OPD.

Baca Juga:

Dokumen Pengusulan Geoheritage Danau Matano Sudah Rampung 70 Persen

Mendagri RI, Tito Karnavian dalam kata pengantarnya mengatakan, bapak Presiden dalam berbagai kesempatan menyampaikan tentang perlunya kita melakukan langkah-langkah yang antisipatif untuk menangani inflasi.

“Inflasi yang saat ini terjadi di dunia cukup tinggi, bahkan ada negara-negara yang sudah mencapai hiverinflasi sehingga terjadi gangguan di bidang ekonomi yang akhirnya menimbulkan efek domino ke krisis sosial, pengangguran, harga yang mahal, penduduk yang makin miskin dan kemudian krisis keamanan dan bahkan akhirnya krisis politik yang membuat jatuhnya pemerintah seperti dalam kasus srilanka,” ungkap Tito.

Mantan Kapolri ini tidak menginginkan efek domino tersebut terjadi karena bila terjadi krisis sosial keamanan dan politik, akan membuat negara menjadi mundur bukan menjadi maju.

“Ini yang sama-sama perlu kita waspadai, jangan sampai terjadi inflasi yang tidak terkendali di negara kita. Perlu upaya bersama dalam menangani inflasi,” jelas Tito Karnavian.

Senada dengan hal tersebut, Kepala BPS, Margo Yuwono mengaminkan apa yang telah disampaikan oleh Mendagri tadi, bahwa berbagai capaian indikator makro ekonomi kita sampai dengan semester 1 tahun 2022 ini menunjukkan adanya perbaikan, pertumbuhan ekonomi kita cukup bagus sampaui dengan semester 2.

Namun demikian, lanjutnya, yang perlu mendapatkan catatan agar kita terus mengupayakan pemulihan ekonomi terus berlanjut, maka salah satu tugas penting kita adalah mengantisipasi pergerakan daripada inflasi, karena kalau inflasi tidak terkendali akan mengganggu pemulihan ekonomi kita yang sudah pada semester 2 ini treknya sudah bagus.

“Jadi tugas kita semua, bagaimana kita menjaga inflasi ini supaya tidak terjadi inflasi yang tinggi seperti yang terjadi di negara-negara lain karena inflasi yang tinggi nanti akan berpengaruh pada daya beli, kemiskinan dan seterusnya,” beber Margo Yuwono. (rhj/ikp-kehumasan/kominfo-sp)

Baca Lainnya

Viral, Warga Tahan Mobil Pick Up Angkut Solar Ilegal, Polisi : Kita Sudah Amankan

15 Juni 2026 - 10:53 WITA

Lagi Temuan BPK, 20 Penerima Bantuan Lansia Dibawah Umur 60 tahun

12 Juni 2026 - 13:12 WITA

Bantuan Seragam Sekolah di Lutim Banyak Masalah, BPK RI Temukan Fakta Mengejutkan

12 Juni 2026 - 11:02 WITA

Kejari Lutim Pastikan Kasus Seragam Sekolah Tetap Berjalan. Akan Ada Tersangka ?

11 Juni 2026 - 10:55 WITA

PN Malili Menangkan Gugatan Siddiq : SK DPP Nasdem Tak Memiliki Hukum Mengikat

10 Juni 2026 - 10:24 WITA

OSIS – Gudep SMAN 4 Luwu Timur Gelar Program GOES, Siswa Antusias

31 Mei 2026 - 09:44 WITA

Kabar Gembira, Magatti Tour And Travel Buka Cabang di Malili, Ayo Umrah dengan Uang Muka Hanya 500 Ribu

31 Mei 2026 - 09:25 WITA

Trending LUWU TIMUR