Menu

Mode Gelap
Hadapi Isu Penertiban, Warga Laoli Lutim Tegaskan Akan Pertahankan Haknya Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi

LUWU TIMUR

Ngaben Wujud Gotong Royong Umat Hindu

badge-check

Ngaben Wujud Gotong Royong Umat Hindu Perbesar

Laporan : Rd

LUWU TIMUR,Timuronline –  Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thorig Husler menghadiri persiapan upacara Pitra Yadnya yang dilaksanakan di Banjar Merta Sari Desa Solo Kecamatan Angkona, Selasa (10/09/19). Upacara Pitra Yadnya atau yang biasa disebut ngaben massal merupakan sarana untuk proses kremasi jenazah atau untuk pembakaran jenazah oleh warga umat Sedarme untuk anggota keluarga yang sudah meninggal.

Diacara tersebut, terlihat Bupati Luwu Timur menyaksikan pelepasan menara Bade, Bade adalah tempat dimana jenazah diletakkan menuju Setra (pemakaman), Bade diusung menuju pemakaman Desa Solo – Lamaeto yang berjarak kurang lebih 3 kilometer.
 
Dalam kesempatan sebelum acara pelepasan tersebut dihadapan Krama Desa Solo, Bupati menyampaikan apresiasi atas semangat warga yang dengan tulus dan penuh kebersamaan menggelar upacara Pitra Yadnya.
 
“Saya sangat mengapresiasi pelaksanaan ngaben yang telah dilakukan secara massal dan  bersama-sama dan sekaligus akan dapat meringankan biaya dan beban pekerjaan karena dilakukan secara gotong royong,” kata Bupati di sela-sela acara Pitra Yadnya tersebut.
 
Menurut Bupati, Ngaben sebagai salah satu upacara Pitra Yadnya dan rangkaiannya bagi arwah leluhur merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Hindu sebagai bentuk bakti, penghormatan dan membayar hutang sebagai anak yang telah dibesarkan oleh para leluhur sesuai ajaran Tri Rna.
 
Bupati juga menyampaikan rasa bangganya karena umat Hindu senantiasa taat dan patuh dalam menjalankan ajaran agamanya.
 
Ketua penitia kegiatan, Ketut Sudaya melaporkan bahwa, upacara pelepasan Pitra Nandya (Ngaben Massal) pertama kali dilakukan di Banjar Merta Sari dengan jumlah sebanyak 11 sawa.
 
Menurut Ketut Sudaya, tak hanya rangkaian upacara ngaben, masyarakat juga secara massal melaksanakan Metatah (Potong gigi), Ngelungah, Ngeroras, Ngelangkir dan mepetik yang diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp. 146 juta yang sepenuhnya merupakan urunan krama dan berbagai kalangan.
 
Selain di Desa Solo, Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thorig Husler juga menghadiri pelaksanaan Ngaben yang dilaksanakan  di Desa Mantadulu, Kecamatan Angkona.
 
Ditempat ini, Bupati diberi kesempatan pertama untuk melakukan prosesi pembakaran mayat.
 
Tidak hanya itu, orang nomor satu di Jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu Timur ini juga siap membantu umat Hindu untuk memperbaiki tempat pemakaman di Desa Mantadulu. “Silahkan buat proposalnya, nanti Pemerintah daerah bantu,” tutupnya. (hms/ikp/kominfo)
 
 

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Hadapi Isu Penertiban, Warga Laoli Lutim Tegaskan Akan Pertahankan Haknya

26 Juli 2026 - 19:15 WITA

Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur

24 Juli 2026 - 19:34 WITA

Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:53 WITA

Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:12 WITA

VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi

24 Juli 2026 - 13:46 WITA

Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

23 Juli 2026 - 22:57 WITA

Suami Diduga Aniaya Istri di Sorowako, Korban Tak Sadarkan Diri Akibat Luka Lebam di Wajah

23 Juli 2026 - 22:31 WITA

Trending KRIMINAL