Menu

Mode Gelap
Investasi untuk Masa Depan Bangsa: Kolaborasi Penguatan Pendidikan Tinggi di Sorowako Sertijab Enam Pejabat Jajaran Polres Lutim, Kapolres : Ini Regenerasi Sinergi TNI dan Industri untuk Hilirisasi Berkelanjutan: Pangdam XIV/Hasanuddin Tinjau Progres Proyek Strategis Nasional PT Vale di Pomalaa PT. CLM Komitmen Tingkatkan Kualitas Hidup Sehat Masyarakat Warisan Hijau untuk Dunia: PT Vale Indonesia Lakukan Penanaman Pohon Serentak sebagai Komitmen Global Terhadap Iklim dan Keberlanjutan Hasil Persis Solo vs PSM Makassar, Pasukan Ramang Menang Dramatis

LUWU TIMUR

Ngaben Wujud Gotong Royong Umat Hindu

badge-check


					Ngaben Wujud Gotong Royong Umat Hindu Perbesar

Laporan : Rd

LUWU TIMUR,Timuronline –  Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thorig Husler menghadiri persiapan upacara Pitra Yadnya yang dilaksanakan di Banjar Merta Sari Desa Solo Kecamatan Angkona, Selasa (10/09/19). Upacara Pitra Yadnya atau yang biasa disebut ngaben massal merupakan sarana untuk proses kremasi jenazah atau untuk pembakaran jenazah oleh warga umat Sedarme untuk anggota keluarga yang sudah meninggal.

Diacara tersebut, terlihat Bupati Luwu Timur menyaksikan pelepasan menara Bade, Bade adalah tempat dimana jenazah diletakkan menuju Setra (pemakaman), Bade diusung menuju pemakaman Desa Solo – Lamaeto yang berjarak kurang lebih 3 kilometer.
 
Dalam kesempatan sebelum acara pelepasan tersebut dihadapan Krama Desa Solo, Bupati menyampaikan apresiasi atas semangat warga yang dengan tulus dan penuh kebersamaan menggelar upacara Pitra Yadnya.
 
“Saya sangat mengapresiasi pelaksanaan ngaben yang telah dilakukan secara massal dan  bersama-sama dan sekaligus akan dapat meringankan biaya dan beban pekerjaan karena dilakukan secara gotong royong,” kata Bupati di sela-sela acara Pitra Yadnya tersebut.
 
Menurut Bupati, Ngaben sebagai salah satu upacara Pitra Yadnya dan rangkaiannya bagi arwah leluhur merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Hindu sebagai bentuk bakti, penghormatan dan membayar hutang sebagai anak yang telah dibesarkan oleh para leluhur sesuai ajaran Tri Rna.
 
Bupati juga menyampaikan rasa bangganya karena umat Hindu senantiasa taat dan patuh dalam menjalankan ajaran agamanya.
 
Ketua penitia kegiatan, Ketut Sudaya melaporkan bahwa, upacara pelepasan Pitra Nandya (Ngaben Massal) pertama kali dilakukan di Banjar Merta Sari dengan jumlah sebanyak 11 sawa.
 
Menurut Ketut Sudaya, tak hanya rangkaian upacara ngaben, masyarakat juga secara massal melaksanakan Metatah (Potong gigi), Ngelungah, Ngeroras, Ngelangkir dan mepetik yang diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp. 146 juta yang sepenuhnya merupakan urunan krama dan berbagai kalangan.
 
Selain di Desa Solo, Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thorig Husler juga menghadiri pelaksanaan Ngaben yang dilaksanakan  di Desa Mantadulu, Kecamatan Angkona.
 
Ditempat ini, Bupati diberi kesempatan pertama untuk melakukan prosesi pembakaran mayat.
 
Tidak hanya itu, orang nomor satu di Jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu Timur ini juga siap membantu umat Hindu untuk memperbaiki tempat pemakaman di Desa Mantadulu. “Silahkan buat proposalnya, nanti Pemerintah daerah bantu,” tutupnya. (hms/ikp/kominfo)
 
 

Lainnya

Sertijab Enam Pejabat Jajaran Polres Lutim, Kapolres : Ini Regenerasi

4 Desember 2025 - 19:54 WITA

PT. CLM Komitmen Tingkatkan Kualitas Hidup Sehat Masyarakat

1 Desember 2025 - 20:04 WITA

Yuk Nobar, Persis Solo vs PSM Makassar Malam ini di Warkop Brother, Ada Doorprizex

29 November 2025 - 10:18 WITA

Pagar SDN 209 Mantaipi Tawakua Ambruk

27 November 2025 - 13:04 WITA

101,2 Gram Sabu Dimusnahkan Kejari Lutim, Juga Berbagai BB Lainnya

26 November 2025 - 15:26 WITA

Trending KRIMINAL