Menu

Mode Gelap
Hadapi Isu Penertiban, Warga Laoli Lutim Tegaskan Akan Pertahankan Haknya Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi

LUWU TIMUR

Menghindari Perawat Nyeri Dalam Memberikan Pelayanan, Ini Yang Dilakukan Pemerintah

badge-check

Menghindari Perawat Nyeri Dalam Memberikan Pelayanan, Ini Yang Dilakukan Pemerintah Perbesar

Laporan : Rd

LUWU TIMUR,Timuronline – Dalam melayani pasien sakit, para perawat dituntut untuk selalu dalam kondisi bugar. Memahami teknik mengelola rasa nyeri sehingga tindakan keperawatan pada pasien dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan pasien.

Demikian diungkapkan Kabid Perencana dan Pengembangan Kepegawaian, Eksa Putra dalam laporannya di kegiatan Pelatihan Manajemen Nyeri. Pelatihan ini merupakan kerjasama BKPSDM Luwu Timur dengan RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar yang dibuka oleh Asisten III Bidang Administradi Umum, Aini Endis Andrika yang mewakili Bupati Luwu Timur, di Aula Hotel Sikumbang, Kecamatan Tomoni, Senin (15/07/2019) yang diikuti 60 perawat atau tenaga kesehatan Luwu Timur.

Sementara itu, mewakili Bupati Luwu Timur, Asisten Administrasi Umum, Aini Endis Anrika menyambut baik atas terselenggaranya diklat manajemen nyeri ini sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan yang juga berdampak positif bagi peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga perawat.

“Oleh karena itu, atas nama jajaran Pemerintah daerah menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kerjasama pihak RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar yang telah memfasilitasi diklat manajemen nyeri ini,” ucap Aini.

“Pelaksanaan pelatihan itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi tenaga kesehatan di RS dan Puskesmas itu tentang pengelolaan rasa nyeri, serta cara-cara untuk mengatasi nyeri pada berbagai penyebab saat bertugas melayani pasien, perawat sebagai salah satu unsur pembangunan kesehatan sekaligus garda terdepan yang berhubungan langsung dengan masyarakat, maka sudah selayaknya perawat meningkatkan profesionalitasnya,” ujar Endis. (Red/Ikp)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Hadapi Isu Penertiban, Warga Laoli Lutim Tegaskan Akan Pertahankan Haknya

26 Juli 2026 - 19:15 WITA

Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur

24 Juli 2026 - 19:34 WITA

Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:53 WITA

Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:12 WITA

VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi

24 Juli 2026 - 13:46 WITA

Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

23 Juli 2026 - 22:57 WITA

Suami Diduga Aniaya Istri di Sorowako, Korban Tak Sadarkan Diri Akibat Luka Lebam di Wajah

23 Juli 2026 - 22:31 WITA

Trending KRIMINAL