Menu

Mode Gelap
Lagi Temuan BPK, 20 Penerima Bantuan Lansia Dibawah Umur 60 tahun Hari Lingkungan Hidup, PT. PUL Tanam Ratusan Bibit Pohon Mangrove Bantuan Seragam Sekolah di Lutim Banyak Masalah, BPK RI Temukan Fakta Mengejutkan Nyawa Gadis di Kalaena Berakhir Tragis di Tangan Tetangga Sendiri Jauh ke Lutim Nonton Konser, Warga Bone-Bone Lutra Kecurian Kejari Lutim Pastikan Kasus Seragam Sekolah Tetap Berjalan. Akan Ada Tersangka ?

LUWU TIMUR

Mangkir Dari Pertandingan Kualifikasi Piala Soeratin, Perslutim U-15 Terancam Kena Sanksi

badge-check


					Mangkir Dari Pertandingan Kualifikasi Piala Soeratin, Perslutim U-15 Terancam Kena Sanksi Perbesar

MAKASSAR,Timuronline – Tim sepakbola asal Luwu Timur, Perslutim U-15 kabarnya telah disanksi oleh Asprov PSSI Sulawesi Selatan (Sulsel).

Hal itu imbas dari pertandingan babak kualifikasi Piala Soeratin 2025 Zona Sulsel. Tim Perslutim U-15 mangkir di laga ke-tiga mereka melawan Angin Mamiri.

Mangkirnya Perslutim U-15 diduga karena dua laga sebelumnya melawan Bank Sulselbar dan Persis Makassar, Perslutim alami kekalahan dan dipastikan tak lolos pada babak selanjutnya meskipun masih menyisahkan satu laga lagi melawan Angin Mamiri FC

” Jadwal Perslutim vs Angin Mamiri itu besok (22/07/2025) baru dilaksanakan. Namun saya sudah mendapat informasi dari pelatih Perslutim bahwa mereka tak akan main lagi di laga terakhir mereka. Jika itu memang benar, maka saya pastikan, sesuai regulasi Perslutim akan kita kenai sanksi,” Tegas Rahmat, Admin Asprov PSSI Sulsel, Senin (21/07/2025)

Ditanya soal sanksi yang akan didapatkan, Rahmat mengungkapkan sesuai regulasi, maka sanksinya tidak akan diikutkan sebagai peserta Piala Soeratin U-15 tahun depan

” Jadi yang kita sanksi itu U-15nya, kategori umur yang lain masih bisa ikut,” Tambahnya

Sementara itu, Cantona salah seorang orang tua skuad Perslutim U-15 sangat menyayangkan mangkirnya Perslutim dari Piala Soeratin.

” Bagaimana sepakbola kita mau meningkat kalau hal semacam ini masih terjadi. Tidak ada lagi profesionalisme didalamnya. Ini sama halnya mengubur impian anak-anak kita dan secara langsung mereka telah mengajarkan hal yang buruk kepada generasi penerus kita khsususnya mereka para atlet sepakbola,” Tegas ayah dari Muh. Gibran ini.

Kalau sudah begini (Perslutim kena sanksi), lanjut Cantona, tentunya kita malu dengan tim yang lainnya.

” Kita masih menyisahkan satu laga lagi. Biar bagaimanapun, kita jangan berbicara soal hasil. Ini soal pengalaman anak-anak kita bermain di level nasional. Bukan hanya itu, mental bertanding mereka jadi rusak apalagi kalau berbicara sepakbola, salah satu yang dijunjung tinggi adalah profesionalisme. Nah, bagaimana itu mau tercipta sedangkan mereka mengajarkan sesuatu yang salah. Terus terang, saya sebagai salah satu orang tua, merasa kecewa dengan hal ini,” Pungkasnya. (*)

Baca Lainnya

Lagi Temuan BPK, 20 Penerima Bantuan Lansia Dibawah Umur 60 tahun

12 Juni 2026 - 13:12 WITA

Bantuan Seragam Sekolah di Lutim Banyak Masalah, BPK RI Temukan Fakta Mengejutkan

12 Juni 2026 - 11:02 WITA

Kejari Lutim Pastikan Kasus Seragam Sekolah Tetap Berjalan. Akan Ada Tersangka ?

11 Juni 2026 - 10:55 WITA

PN Malili Menangkan Gugatan Siddiq : SK DPP Nasdem Tak Memiliki Hukum Mengikat

10 Juni 2026 - 10:24 WITA

OSIS – Gudep SMAN 4 Luwu Timur Gelar Program GOES, Siswa Antusias

31 Mei 2026 - 09:44 WITA

Kabar Gembira, Magatti Tour And Travel Buka Cabang di Malili, Ayo Umrah dengan Uang Muka Hanya 500 Ribu

31 Mei 2026 - 09:25 WITA

Kapan Piala Dunia Pertama Digelar ? Baca Sejarahnya

28 Mei 2026 - 12:22 WITA

Trending PIALA DUNIA 2026