Menu

Mode Gelap
Hadapi Isu Penertiban, Warga Laoli Lutim Tegaskan Akan Pertahankan Haknya Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi

LUWU TIMUR

Diserbu Pasien, Ruang Inap PKM Malili Penuh, Ini Antisipasi Perawat

badge-check

Puskesmas Malili Perbesar

Puskesmas Malili

Laporan : Rd

Ruang UGD Puskesmas Malili

LUWU TIMUR,Timuronline – Dalam beberapa hari terakhir, Puskesmas (PKM) Malili diserbu pasien. Kebanyakan pasien yang datang memerlukan penanganan medis inap. Alhasil, ruang inap yang cukup terbatas di PKM yang berada di Kota Malili ini penuh.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, petugas PKM terpaksa menggunakan Ruang Unit Gawat Darurat (UGD) sebagai ruang inap sementara untuk memberikan pelayanan yang maksimal terhadap pasien.

” Kemarin anak saya sempat dirawat di UGD, namun kata dokter, anak saya harus dirawat inap sementara ruang inap penuh. Yah, terpaksa semalam nginap di salah satu ruang di UGD, besoknya baru masuk ke ruang inap karena ada pasien yang sudah bisa keluar,” Ungkap Linda, Ibu salah seorang pasien yang mengaku anaknya sudah dua hari muntah-muntah.

Linda mengaku cukup puas atas pelayanan yang diberikan para petugas.

” Pelayanan cukup baik, perawatnya ramah, ruang rawat inapnya pun bersih,”  Katanya.

Sementara itu, ditemui di PKM Malili, Kamis (20/06/19), Kepala PKM Malili Hasnah yang masih bertugas hingga malam membenarkan hal tersebut.

” Sudah dua tiga hari ini, ruang rawat inap kami penuh. Itu sudah biasa terjadi kok. Pasien yang masuk pun berbagai keluhan sakit dan rata-rata memerlukan perawatan inap,” Tutur mantan Kepala PKM Lakawali ini.

Dia mengungkapkan, beberapa ruang rawat inap yang ada di PKM Malili memiliki dua bed untuk dua pasien. Namun terkadang dalam satu ruangan hanya satu bed yang digunakan.

” Kita lihat penyakit si pasien, kalau itu dapat menular, yah terpaksa kita peruntukkan hanya satu pasien untuk mengantisipasi penularan penyakit. Intinya kami berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan yang tentunya nyaman bagi pasien, itu yang utama bagi kami,” Pungkas Hasnah. (Redaksi)

 

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Hadapi Isu Penertiban, Warga Laoli Lutim Tegaskan Akan Pertahankan Haknya

26 Juli 2026 - 19:15 WITA

Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur

24 Juli 2026 - 19:34 WITA

Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:53 WITA

Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:12 WITA

VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi

24 Juli 2026 - 13:46 WITA

Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

23 Juli 2026 - 22:57 WITA

Suami Diduga Aniaya Istri di Sorowako, Korban Tak Sadarkan Diri Akibat Luka Lebam di Wajah

23 Juli 2026 - 22:31 WITA

Trending KRIMINAL