Menu

Mode Gelap
Hadapi Isu Penertiban, Warga Laoli Lutim Tegaskan Akan Pertahankan Haknya Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi

LUWU TIMUR

Cegah Stunting Bersama PKK Lutim

badge-check

Cegah Stunting Bersama PKK Lutim Perbesar

Laporan : Rd

LUWU TIMUR,Timuronline – Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Luwu Timur terus berupaya mencegah terjadinya stunting atau kurang gizi dengan menggandeng beberapa Dinas atau OPD terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Seperti yang terlihat pagi ini, Tim Penggerak PKK Luwu Timur bersama dinas terkait melakukan kegiatan Rembuk Stunting yang dihadiri berbagai elemen masyarakat, baik itu kader PKK, pendamping desa dan beberapa Tokoh masyarakat yang di pusatkan di Aula Kantor Desa Kawata, Kecamatan Wasuponda, Rabu (28/08/2019).

Ketua TP PKK Luwu Timur, Puspawati mengatakan, meskipun wilayah Luwu Timur bukan masuk daerah yang rawan stunting, namun hal ini harus terus di sosialisasikan di masyarakat akan pentingnya mencegah stunting. Apalagi ini juga merupakan program Nasional Kementerian Kesehatan.

Menurutnya, stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama. Oleh karena itu, pencegahan stunting ini bisa dikurangi dengan semakin banyaknya sosialisasi dimasyarakat. Termasuk bisa juga disinergikan dengan program Bina Keluarga Balita atau BKB.

“Saya berharap pada kegiatan yang digelar ini dapat sekaligus memberikan pencerahan dan solusi dalam mencegah dan menanggulangi stunting. PKK sebagai salah satu ujung tombak yang langsung berhubungan dengan masyarakat, harus aktif berperan cegah stunting,” jelasnya.

Kepala Desa Kawata, Baharuddin mengatakan, sosialisasi ini penting, sebab masih banyak masyarakat yang belum memahami apa itu stunting dan bagaimana pencegahannya. “Oleh karena itu, saya berharap agar peserta rembuk stunting yang hadir pada pertemuan ini dapat memahami dengan baik apa itu stunting dan bisa di sosialisasikan lebih lanjut ke masyarakat,” harapnya. (hms/ikp/kominfo)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Hadapi Isu Penertiban, Warga Laoli Lutim Tegaskan Akan Pertahankan Haknya

26 Juli 2026 - 19:15 WITA

Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur

24 Juli 2026 - 19:34 WITA

Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:53 WITA

Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:12 WITA

VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi

24 Juli 2026 - 13:46 WITA

Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

23 Juli 2026 - 22:57 WITA

Suami Diduga Aniaya Istri di Sorowako, Korban Tak Sadarkan Diri Akibat Luka Lebam di Wajah

23 Juli 2026 - 22:31 WITA

Trending KRIMINAL