LUWU TIMUR,Timuronline – Kasus dugaan penganiayaan oleh Lurah Tomoni, FRS terhadap salah seorang warga Kecamatan Wotu, Muh. Satria Saputra berbuntut panjang.
Penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Lurah Tomoni bersama seorang rekannya mengakibatkan korban trauma dan kini dirawat di RSUD I Lagaligo.
Setelah korban melaporkan hal yang dialaminya kepada pihak kepolisian, kini kecaman aksi “premanisme” ini datang dari warga Luwu Timur. Warga ramai-ramai menuangkan kekesalannya melalui komentar Facebook terhadap akun Dinas Kominfo SP yang men-share salah satu kegiatan pemerintah.

- Kity Chy : Berikan keadilan bagi korban sesuai proses hukum yang berlaku
- Amaraa Aninditaa : lurah tomoni febri ramadany sukman tolong ditindak tegas pak bupati, kasus penganiayaan warga gini masa didiemin aja. jgn krn dia anak dewan jd kebal hukum ya
- Freey Alghaz : Agendakan tes urine buat Lurah Tomoni Febri Ramadany Sukman, jangan-jangan pas mukul warga lagi di bawah pengaruh sesuatu wkwkwkwk
- sani : Lurah Tomoni gak layak jadi ASN ,tindakannya sangat tidak patut di contoh
- Syifa BknHadju : Pak Bupati Luwu Timur harus tegas! Segera proses hukum Lurah Tomoni Febri Ramadany Sukman, ini murni tindakan kriminal pemukulan terhadap warga
- Ariella Tantrum : Berikan keadilan seadil-adilnya bagi korban penganiayaan oleh Lurah Tomoni Febri Ramadany Sukman. Jangan karena dia anak anggota DPRD Luwu Timur, kasusnya jadi tumpul!
- Olivia Olip : Pecat dan copot Lurah Tomoni Febri Ramadany Sukman! Kelakuan kriminal kayak gini sama sekali nggak layak jadi ASN!
- Adhi : Banyak kasus pak bupati kenapa bapak terkesan diam2 saja?
- Putra Putra : Anak anggota DPRD Luwu Timur kok main pukul? Copot Lurah Tomoni
- Nayla Zaynab Safiya : lucu bgt rapat mulu tp kasus kriminal lurah tomoni febri ramadany sukman malah adem ayem. jgn mentang2 dia anak anggota dprd luwu timur trs lsg dapet privilege ya, usut tuntas!!!!
- Rara Imoot : Seorang ASN seharusnya memberi contoh yang baik. Jika dugaan penganiayaan oleh Lurah Tomoni, Febri Ramadany Sukman, terbukti melalui proses hukum, maka sanksi tegas harus diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.
- Yono Yoni : Pak Bupati, mohon segera tindak lanjuti kasus Lurah Tomoni Febri Ramadany Sukman sesuai aturan yang berlaku. Keadilan harus ditegakkan.
Dan masih banyak komentar lagi yang meminta aparat hukum agar segera memproses kasus tersebut
Sebelumnya, Sabtu (11/07/2026) kejadian penganiayaan tersebut terjadi di Desa Mandiri Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur sekira Pukul 14.30 Wita
Pelaku Penganiayaan Anak Anggota DPRD Lutim dari Partai Nasdem
Pelaku penganiayaan FRS adalah merupakan putra dari Anggota DPRD Luwu Timur, Sukman Saddike dari Fraksi Nasdem
FRS juga telah diperiksa kepolisian. Dikutip dari laman Batarapos, dia berdalih kesal lantaran korban tidak menjalankan bisnis Barber Shop, dia juga mengaku jika korban sudah mengambil uang banyak lalu menghilang.
” Pengakuannya kesal karena korban tidak jalankan bisnis bersama, dia juga bilang kalau sudah banyak uang yang diambil korban,” Ujar Kanit Reskrim Polsek Mangkutana
Pengakuan terduga pelaku dibantah oleh korban Muh. Satria Saputra, dia menegaskan bukan rekan bisnis dengan pelaku, yang justru korban terkesan dijadikan pembantu saat momen pilkada lalu.
” Saya disuruh kesana kemari bikin kopi saat-saat menjelang pilkada, tanpa penghasilan jelas, sementara ada HP yang dicicil, makanya saya pergi cari tempat kerja lain, sementara janjinya mau buka Barber shop tidak jelas, jadi kalau dibilang rekan bisnis bukan,” Ungkap korban
Korban menjelaskan bahwa memang dirinya pernah di rumah FRS, mengingat dia harus membayar angsuran Handphone sehingga harus mencari kerjaan.
Korban dijanjikan pekerjaan di Barber shop namun tak kunjung ada, sehingga korban kerja layaknya pembantu di rumahnya, korban mengakui selama kerja pesuruh di rumah FRS angsuran HPnya sempat dibayarkan dua bulan hingga akhirnya jatuh tempo tak lagi dibayarkan.
” Pembicaraan awalnya itu dia yang tanggung cicilan ku na bayar ji memang dua bulan tapi pas jatuh tempo ditagih terus, sedangkan orang tua ku juga butuh uang, barbernya juga yang mau na buka tidak jelas kapan buka jadi berpikir ka keluar menghindar ka dari situ dari pada kayak pembantu jika bikinkan kopi orang baru tidak jelas pemasukan ku lebih baik menghindar ka cari kerja lain,” Beber korban.
Setelah korban meninggalkan rumah FRS untuk mencari kerjaan lain, FRS mencari korban ke rumahnya, Handphone milik korban yang diangsur pun disita oleh FRS.
” HP yang ku cicil kan dia ambil karena sudah dia bayar dua bulan saja angsurannya, terakhir saya ketemu disitu, ternyata dia masih dendam dan cari saya terus sampai saya dipukul,” Ucap Korban.
Korban menegaskan, atas penganiayaan yang dialaminya, dia menolak keras untuk berdamai, korban berharap mendapat keadilan meskipun berhadapan dengan seorang pejabat. (*)























Komentar ditutup.