Menu

Mode Gelap
Penetapan Aset Desa Milik Pemdes Sorowako Diduga Langgar Permendagri, Ini Kata Tomas Sorowako Warga Asli Sorowako Pertanyakaan Beberapa Objek Lahan Dijadikan Aset Desa Wujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan, Petani Binaan PT Vale Panen Jagung Pakan di Tondowolio Solidaritas untuk Sumatra: PT Vale Indonesia dan Pemkab Luwu Timur Hadir, Bergerak, dan Menguatkan Masyarakat Terdampak Bencana Direktur MIND ID Apresiasi Pengelolaan Proyek Hilirisasi PT Vale di Pomalaa, Progres HPAL Terus Menguat Terungkap…! Tambang PT. Vale di BB1 Seba-Seba Sesuai Izin IPPKH. Begini Tanggapan PT. Vale

LUWU TIMUR

Reformer PKA Luwu Timur Lakukan Sosialisasi TANI SMART

badge-check


					Reformer PKA Luwu Timur Lakukan Sosialisasi TANI SMART Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur melaksanakan kegiatan Sosialisasi TANI SMART” (Budidaya Tanaman Cabai Berbasis Smart Farming) yang diprakarsai oleh Reformer Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, M. Rahmatullah Azis, S.TP, M.Si., di Aula Kantor Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Burau, Selasa (15/10/2024).

Pertemuan ini dilaksanakan sebagai lanjutan dalam tahapan proyek Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan V diselenggarakan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri Regional Makassar oleh Reformer Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab.Lutim, M. Rahmatullah Azis, S.TP, M.Si.

Pada kegiatan ini diperkenalkan metode smart farming serta mengajarkan aplikasi pembuatan pupuk cair organik dan pembuatan pestisida nabati kepada peserta. Peserta antara lain ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT), Milenial dan Penyuluh Pertanian.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Lutim, Saenab, SP, M,Si saat membuka kegiatan menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dibuat oleh reformer dan berharap untuk terus dilanjutkan.

“Saya berharap kegiatan ini terus dilanjutkan kedepannya dalam rangka peningkatan produksi dan kualitas khususnya komoditi yang berpengaruh terhadap inflasi seperti cabai dan tanaman hortikultura yang sifatnya umur pendek (sayuran dan buah),” ucapnya.

Ia mengatakan bahwa, Metode smart farming merupakan salah satu solusi yang dapat ditawarkan kepada para petani di Luwu Timur dimana saat ini dalam mengatasi berbagai permasalahan anatara lain kurangnya tenaga kerja, rendahnya minat kaum milenial untuk aktif melakukan budidaya pertanian, curah hujan dan kelembaban yang tinggi, produksi yang masih rendah serta pengaruh Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

“Saya berharap setelah pelatihan ini, dapat memacu minat para KWT, kaum milenial dan petani lainnya untuk berbudidaya tani yang lebih pintar dengan pemanfaatan teknologi terkini walaupun dimulai dari teknologi yang lebih sederhana. Begitu pula rekan-rekan PPL untuk selalu dapat hadir mendampingi dan memberikan bimbingan kepada petani,” bebernya.

Menurutnya, sharing ilmu dan informasi terkini harus selalu dilakukan agar petani lebih semangat dalam menggeluti dan mengusahakan lahan pertaniannya. Karena peranan dan keberadaan petani sangat penting bagi kita semua, dimana mereka adalah pahlawan pangan yang akan menjaga ketersediaan pangan negeri ini.

Selaku Reformer, M. Rahmatullah Azis menyampaikan bahwa kedepannya sektor pertanian akan fokus pada pengembangan ekosistem.

“Salah satu yang coba diterapkan adalah penggunaan sensor yang dapat memantau kondisi tanaman terkait suhu, kelembaban, kualitas air, pemupukan dst. Melalui perintah suara yang terhubung dengan HP Android, maka tugas dalam penyiraman, pemupukan, dan lain-lain dapat dilakukan petani dengan mudah kapanpun dan dimana saja,” ungkap M. Rahmatullah Azis.

Di kegiatan ini, reformer menyerahkan Buku Panduan Budidaya Cabai Rawit Dengan Smart Farming kepada ibu-ibu KWT, perwakilan Milenial. Diharapkan mereka ikut andil dalam menopang ekonomi keluarga yang tujuan akhirnya adalah peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi keluarga dan mendukung target produksi.

Terakhir, kegiatan ini juga diajarkan cara pembuatan pupuk organik cair dan pestisida nabati melalui pemanfaatan limbah rumah tangga maupun sampah pertanian ditambah bahan-bahan dekomposer lainnya yang diyakini lebih ramah lingkungan, sehingga keseimbangan ekosistem lingkungan tetap terjaga. Hal ini tentunya akan menciptakan pertanian yang lebih berkelanjutan. (kominfo-sp)

Lainnya

Penetapan Aset Desa Milik Pemdes Sorowako Diduga Langgar Permendagri, Ini Kata Tomas Sorowako

12 Januari 2026 - 12:05 WITA

Warga Asli Sorowako Pertanyakaan Beberapa Objek Lahan Dijadikan Aset Desa

9 Januari 2026 - 16:48 WITA

49 Anggota Polres Luwu Timur Naik Pangkat, Ini Daftarnya

31 Desember 2025 - 10:57 WITA

Sikapi Maraknya Lakalantas, Satlantas Polres Lutim Lakukan Pengecekan Kelaikan Angkutan dan Sopir

30 Desember 2025 - 20:31 WITA

Jaga Komitmen Peningkatan Sektor Pendidikan, PT. CLM Berikan Bantuan Uang Tunai untuk Pembangunan TK Cinta Damai

23 Desember 2025 - 22:34 WITA

Trending CLM