Menu

Mode Gelap
Ini Klasemen Sementara Piala Dunia 2026 Usai Tuan Rumah Meksiko dan AS Menang Lagi Temuan BPK, 20 Penerima Bantuan Lansia Dibawah Umur 60 tahun Hari Lingkungan Hidup, PT. PUL Tanam Ratusan Bibit Pohon Mangrove Bantuan Seragam Sekolah di Lutim Banyak Masalah, BPK RI Temukan Fakta Mengejutkan Nyawa Gadis di Kalaena Berakhir Tragis di Tangan Tetangga Sendiri Jauh ke Lutim Nonton Konser, Warga Bone-Bone Lutra Kecurian

LUWU TIMUR

Sufriaty Budiman Paparkan Peran TPPS Dalam Percepatan Penurunan Stunting di Tingkat Desa

badge-check


					Sufriaty Budiman Paparkan Peran TPPS Dalam Percepatan Penurunan Stunting di Tingkat Desa Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Timur yang juga Wakil Ketua II Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Hj. Sufriaty Budiman memaparkan tentang peran TPPS dalam percepatan penurunan stunting di Tingkat Desa pada sosialisasi TPPS Tingkat Desa, di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lutim, Senin (6/11/2023).
Sufriaty menjelaskan, bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak dibawah dua tahun yang disebabkan kekurangan gizi pada waktu yang lama (kronis) yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dari rata-rata usianya serta terjadi pada anak-anak di seluruh dunia, namun prevalensi tertinggi terdapat di negara-negara berkembang termasuk Indonesia.
“Stunting dipengaruhi oleh status kesehatan remaja, ibu hamil, pola makan balita, serta ekonomi, budaya, maupun faktor lingkungan seperti sanitasi dan akses terhadap layanan kesehatan,” jelas Sufriaty.
Menurut Sufriaty, faktor lingkungan merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya stunting seperti sanitasi yang buruk, air minum yang tidak bersih, dan lingkungan yang tidak sehat juga dapat memengaruhi pertumbuhan anak dan menyebabkan stunting.
“Selain itu, stunting juga dapat berdampak pada produktivitas dan pendapatan di masa depan, serta meningkatkan beban biaya kesehatan dan pendidikan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Sufriaty mengatakan, TPPS berperan dalam melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti puskesmas dan Dinas kesehatan untuk mempercepat penurunan stunting di desa.
“Peranan lainnya yakni dengan mengimplementasikan program penurunan stunting dengan memperhatikan aspek kesehatan, gizi, dan sanitasi serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program penurunan stunting yang dilaksanakan di desa-desa,” tandasnya.
Terakhir, Ia menyampaikan, tahapan implementasi yang akan dilakukan adalah dengan pendataan dan analisis. Di mana pada tahap ini, tim akan melakukan pendataan dan analisis terhadap kondisi stunting
di desa.
“Analisis data ini akan menjadi dasar untuk merancang strategi penurunan stunting yang tepat dan efektif,” tutupnya.
Sebagai informasi, Koordinator  Program Manajer Sekretariat Satgas BKKBN Sulsel, Andi Irfanji sebagai pemateri kedua memaparkan terkait Peningkatan Kapasitas TPPS. (kominfo-sp)

Baca Lainnya

Lagi Temuan BPK, 20 Penerima Bantuan Lansia Dibawah Umur 60 tahun

12 Juni 2026 - 13:12 WITA

Bantuan Seragam Sekolah di Lutim Banyak Masalah, BPK RI Temukan Fakta Mengejutkan

12 Juni 2026 - 11:02 WITA

Kejari Lutim Pastikan Kasus Seragam Sekolah Tetap Berjalan. Akan Ada Tersangka ?

11 Juni 2026 - 10:55 WITA

PN Malili Menangkan Gugatan Siddiq : SK DPP Nasdem Tak Memiliki Hukum Mengikat

10 Juni 2026 - 10:24 WITA

OSIS – Gudep SMAN 4 Luwu Timur Gelar Program GOES, Siswa Antusias

31 Mei 2026 - 09:44 WITA

Kabar Gembira, Magatti Tour And Travel Buka Cabang di Malili, Ayo Umrah dengan Uang Muka Hanya 500 Ribu

31 Mei 2026 - 09:25 WITA

Indahnya Kolaborasi SMAN 4 Luwu Timur dan Indofood di Program Pendidikan dan Sosial

20 Mei 2026 - 12:09 WITA

Trending CITIZEN JOURNALISM