Menu

Mode Gelap
Lolos ke Semifinal, Timnas Indonesia akan Bersua Pemenang Arab Saudi vs Usbekistan Pemkab Lutim Gelar Rapat Pembentukan Tim Inovasi Peduli ki Saya Jaga ki Dinas Dikbud Lutim Gelar Lomba FLS2N dan O2SN tingkat Kabupaten Sekda Lutim Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah PM-WTC, Calon Penerima Penghargaan Kalpataru Tahun 2024 Dikunjungi Tim Penilai Tersinggung Warga Konawe Tikam Pemuda Towuti, Pelaku Sempat Kabur

KABAR PEMDA · 25 Nov 2021 12:43 WITA · Waktu Baca

Sungai Malili Keruh, Ini Penjelasan PT. CLM


					Sungai Malili Keruh, Ini Penjelasan PT. CLM Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Beberapa hari terakhir ini, keruhnya Sungai Malili menjadi perbincangan di kalangan masyarakat khususnya warga Malili.

Ada yang mengatakan keruhnya sungai Malili karena intensitas hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini. Tak jarang juga yang beranggapan bahwa penyebabnya adalah tak lain karena aktifitas tambang PT. Citra Lampia Mandiri (CLM) di wilayah Pongkeru dan Harapan.

” Kemungkinan besar memang sejak adanya PT. CLM, setiap hujan pasti airnya keruh.” sebut beberapa warga seperti dikutip melalui beberapa percakapan group whatsapp.

Menanggapi hal tersebut, KTT PT. CLM, Ahmad Surana Naf melalui rilisnya, Kamis (25/11/2021) mengatakan keruhnya sungai yang berada tepat di jantung Kota Malili yang juga merupakan Ibukota Kabupaten Luwu Timur adalah kemungkinan bukaan lahan hutan non tambang sehingga menyebabkan guldulnya hutan.

” Itu juga sebaiknya menjadi perhatian kita. Bisa jadi itu justru menjadi kontributor besar terhadap rusaknya lingkungan secara keseluruhan di Luwu Timur.” Katanya

” Berdasarkan data tahun 2020, pembukaan lahan hutan non tambang mencapai 762,2 hektar. Sepuluh kali luas lahan kegiatan penambangan PT. CLM, di angka 73,8 hektar, di tahun yang sama. Makin maraknya kegiatan ini dalam kurun waktu satu tahun terakhir tentu diikuti peningkatan angka luasan wilayah dan dampak yang diciptakan.” Terangnya.

CLM Komitmen Jadi Rumah Bagi Warga Luwu Timur

Untuk opersional PT. CLM sendiri lanjutnya, sebagai perusahaan tambang yang berdiri dan tumbuh di tengah masyarakat Luwu Timur berkomitmen menjadi rumah bagi masyarakat Luwu Timur. Khususnya masyarakat di desa pemberdayaan sekitar tambang.

” Kita juga tak hentinya selalu menjaga komunikasi dan koordinasi dengan jajaran. Baik itu Dinas ESDM, Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan instansi terkait lainnya. Itu sebagai wujud komitmen terhadap upaya menjaga kelestarian lingkungan Luwu Timur,” Ujarnya.

Ahmad mengungkapkan, PT. CLM bersama jajaran, telah melakukan langkah-langkah teknis penanggulangan seperti, meningkatkan kegiatan pemeliharaan Sedimen Pond dan penambahan jumlah serta luasannya. Dengan tujuan maksimalisasi penangkapan dan serapan air dari areal bukaan yang ada.

Membuat kantung serapan tambahan pada blok-blok tambang yang ada dan meningkatkan progress reklamasi dan revegetasi.

” Berdasarakan hasil uji parameter air pada Outlet Sedimen Pond dengan parameter kunci alat portable lapangan, ditemukan nilai TTS (Total Suspensi Solid) masih dibawah ambang baku mutu dengan angka 27 mg/L dengan ambang batas 200 Mg/L dan pH air dengan angka 7,9 dengan nilai baku mutu pH 6-. Untuk hasil yang lebih akurat, dilakukan uji coba laboratorium yang hasilnya akan kita dapatkan 7 hari ke depan,” Pungkasnya. (*)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Lutim Gelar Rapat Pembentukan Tim Inovasi Peduli ki Saya Jaga ki

25 April 2024 - 21:06 WITA

Luwu Timur

Dinas Dikbud Lutim Gelar Lomba FLS2N dan O2SN tingkat Kabupaten

25 April 2024 - 20:55 WITA

luwu timur

Sekda Lutim Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah

25 April 2024 - 20:35 WITA

Hari Otda

PM-WTC, Calon Penerima Penghargaan Kalpataru Tahun 2024 Dikunjungi Tim Penilai

25 April 2024 - 19:49 WITA

luwu timur

Tersinggung Warga Konawe Tikam Pemuda Towuti, Pelaku Sempat Kabur

25 April 2024 - 12:35 WITA

Kriminal
Trending di KRIMINAL