Menu

Mode Gelap
Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

LUWU TIMUR

Kapolres Lutim Ajak Stakeholders Cari Solusi Sengketa Lahan di Towuti

badge-check

Kapolres Lutim Ajak Stakeholders Cari Solusi Sengketa Lahan di Towuti Perbesar

Laporan : Rd

LUWU TIMUR,Timuronline – Kapolres Luwu Timur, AKBP. Leonardo Panji Wahyudi mengakui jika kasus sengketa lahan di wilayah pesisir Kecamatan Towuti bukan baru pertama terjadi, namun telah berulang. Bahkan terkadang kasus perebutan lahan yang ingin dijadikan kebun merica tersebut tak jarang berakhir perkelahian antar Warga yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa seperti yang terjadi di Desa Loeha, selasa lalu.

Untuk itu, Kapolres menghimbau dan mengharapkan peran aktif seluruh stakeholders dan pemerintah pada khususnya untuk mencari jalan keluar serta solusi agar permasalahan tersebut tidak terjadi lagi.

” Kami tentunya aparat hukum, yah tentu saja kami punya tanggung jawab dan fokus pada penegakan hukum saja jika terjadi aksi kriminal didalamnya. Namun apakah itu bisa menyelesaikan masalah ? tentu tidak. Permasalahan lahan di daerah tersebut perlu solusi yang lebih komprehensif dari seluruh stakeholders. Kita tidak boleh mendiamkan masalah ini berlarut-larut karena ini soal isi perut. Apapun itu, orang bisa saja lakukan bahkan nyawa taruhannya. Jadi saya mengajak kepada kita semua, ayo kita turun ke lapangan menyelesaikan masalah ini,” Ungkap Kapolres Leonardo dihadapan beberapa awak media saat press conference kasus penganiayan yang berakhir kematian terhadap warga pendatang di Desa Loeha, Jumat (08/11/19).

Sementara itu, Anwar salah seorang warga Towuti meminta kepada pemerintah untuk turun langsung melihat dan mencari solusi atas permasalahan ini.

” Setahu saya, sengketa lahan di daerah pesisir ini bukan baru pertama kali. Dan anehnya, warga yang berselisih itu kebanyakan warga pendatang dan tidak tercatat sebagai warga Luwu Timur. Makanya, pemerintah jangan terkesan hanya diam saja. Cari solusi dong. Masa kita menunggu korban jatuh baru kita gerak lagi. Ini masalah serius buktinya terakhir nyawa satu lagi melayang. Sudah saatnya pemerintah menyelesaikan masalah ini,” Katanya. (Red)

 

 

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur

24 Juli 2026 - 19:34 WITA

Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:53 WITA

Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:12 WITA

VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi

24 Juli 2026 - 13:46 WITA

Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

23 Juli 2026 - 22:57 WITA

Suami Diduga Aniaya Istri di Sorowako, Korban Tak Sadarkan Diri Akibat Luka Lebam di Wajah

23 Juli 2026 - 22:31 WITA

Wow, Pemkab Lutim Rencana Buat Proyek Infastruktur Jalan Senilai 800 Miliar, MUAK Minta DPRD Lutim Tolak

23 Juli 2026 - 21:13 WITA

Trending DPRD LUTIM