Menu

Mode Gelap
Momen HUT Bhayangkara ke-80, Memupuk Kemitraan Polisi – Awak Media Luwu Timur Alami Paradoks Daerah Kaya SDA, Kemiskinan Ekstrem Masih Tinggi Menang Tipis Atas Pantai Gading, Norwegia Amankan Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026 Comeback, Brasil Kalahkan Jepang 2-1, Tatap Babak 16 Besar SDC Kevin Keano Bone Juara I Lomba Domino di Luwu Timur, Raih Hadiah Ratusan Juta Viral di Medsos, Begini Penjelasan Ketua SAPMA Lutim Terkait Kisruh Lomba Domino di Malili

LUWU TIMUR

Dua Guru Ngaji di Lutim Tak Lagi Terima Insentif, Namanya Tiba-tiba Menghilang

badge-check


					gambar ilustrasi Perbesar

gambar ilustrasi

LUWU TIMUR,Timuronline – Dua guru ngaji di desa Tarengge Timur, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur harus gigit jari. Pasalnya, sejak tahun 2025 lalu, namanya tidak lagi terdaftar sebagai penerima insentif dari pemerintah daerah.

Padahal tahun-tahun sebelumnya, kedua guru ngaji ini aktif sebagai penerima insentif meski saat itu belum ada kenaikan yang hanya Rp. 300.000 per bulan.

Saat pemerintahan baru di Luwu Timur, insentif guru ngaji juga naik menjadi Rp. 500.000 per bulan, justru namanya hilang dari daftar penerima.

Kedua guru ngaji di Desa Tarengge Timur diketahui bernama Katenni dan Tumisah, mereka dikenal sudah lama sebagai guru ngaji di desa tersebut.

” Iya betul, mereka tidak terima insentif, padahal sebelumnya mereka aktif menerima,” Kata Sujarwo, Kasi Pemerintahan Desa Tarengge Timur, Selasa (16/06/2026).

Pemerintah Desa Tarengge Timur sudah melakukan pengusulan data ke Bagian Kesra Luwu Timur namun hingga saat ini belum ada kejelasan.

Bahkan sejak tahun lalu hingga tahun 2026 ini, sudah beberapa kali pihak desa mengirimkan data kedua nama tersebut namun lagi-lagi tidak ada kejelasan.

” Jawabannya kesra belum ada data masuk, padahal sudah dikirmkan, tahun ini sudah beberapa kali dikirimkan data, padahal Tumisah sama Katenni itu guru ngaji yang sudah lama,” Ungkapnya

Pemerintah daerah Luwu Timur pada bulan Mei 2026 lalu, resmi mengumumkan kenaikan insentif guru ngaji menjadi Rp. 500.000 per bulan.

Insentif ini mengakomodir 1.792 petugas keagamaan termasuk guru ngaji yang lama maupun yang baru diakomodir.

Namun sayangnya, nasib baik tidak berpihak pada Tumisah dan Katenni, justru mereka yang sudah lama harus gigit jari tidak terdaftar lagi sebagai penerima insentif. (ril)

Baca Lainnya

Momen HUT Bhayangkara ke-80, Memupuk Kemitraan Polisi – Awak Media

1 Juli 2026 - 14:35 WITA

Luwu Timur Alami Paradoks Daerah Kaya SDA, Kemiskinan Ekstrem Masih Tinggi

1 Juli 2026 - 12:12 WITA

SDC Kevin Keano Bone Juara I Lomba Domino di Luwu Timur, Raih Hadiah Ratusan Juta

29 Juni 2026 - 13:21 WITA

Viral di Medsos, Begini Penjelasan Ketua SAPMA Lutim Terkait Kisruh Lomba Domino di Malili

29 Juni 2026 - 12:08 WITA

Dugaan Tindak Pidana Korupsi di Lutim, Mahasiswa : Ancaman Serius Terhadap Pembangunan Daerah

26 Juni 2026 - 19:01 WITA

Harap-Harap Cemas Masyarakat Luwu Timur Menanti Perkembangan Kasus Seragam dan Ambulans di Kejari Lutim

22 Juni 2026 - 12:12 WITA

FOTO : Musancab DPC PDIP Luwu Timur Berlangsung Damai

22 Juni 2026 - 11:31 WITA

Trending LUWU TIMUR