Menu

Mode Gelap
Momen HUT Bhayangkara ke-80, Memupuk Kemitraan Polisi – Awak Media Luwu Timur Alami Paradoks Daerah Kaya SDA, Kemiskinan Ekstrem Masih Tinggi Menang Tipis Atas Pantai Gading, Norwegia Amankan Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026 Comeback, Brasil Kalahkan Jepang 2-1, Tatap Babak 16 Besar SDC Kevin Keano Bone Juara I Lomba Domino di Luwu Timur, Raih Hadiah Ratusan Juta Viral di Medsos, Begini Penjelasan Ketua SAPMA Lutim Terkait Kisruh Lomba Domino di Malili

LUWU TIMUR

Sepatu KW Buat Paskibraka Lutim, Ada Indikasi Korupsi ?

badge-check


					Sepatu KW Buat Paskibraka Lutim, Ada Indikasi Korupsi ? Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Issu perbincangan terkait sepatu latihan merk brand ternama “HOKA” milik Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan terus menggelinding.

Sepatu asal Perancis ini digunakan 70 anggota Paskibraka Luwu Timur saat latihan. Namun baru sekali dipakai, sepatu yang memiliki harga dikisaran 2 sampai 3 juta tersebut langsung rusak.

Muncul pertanyaan, apakah sepatu tersebut original atau KW ?

Kepala Kesbangpol Luwu Timur, Guntur Hafid beberapa waktu lalu mengungkapkan jika harga sepatu yang dipakai Paskibraka Lutim tersebut tidak sampai 300 ribu

” Harganya Rp 270 ribu. Itu ada pihak ketiga yang tender lewat e katalog,” Ujar Guntur Hafid, Selasa, (19/08/25) lalu

Dari harga tersebut, dapat dikatakan sepatu HOKA ini merupakan produk KW atau palsu. Jika demikian, kenapa pemerintah menganggarkan produk sepatu KW, apakah hal tersebut tidak melanggar aturan pengadaan barang dan jasa ? Kemudian kenapa bukan brand atau produk dalam negeri yang diadakan ?

Hal itu sesuai Perpres Nomor 46 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJ), yang bertujuan untuk mewajibkan pemerintah memprioritaskan pembelian Produk Dalam Negeri (PDN) dengan nilai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) minimal 25%.

Yang kedua, namun jika anggaran yang diletakkan dalam pengadaan sepatu tersebut sudah sesuai harga produk yang original yang berkisar antara 2 sampai 3 juta, maka tentunya ada indikasi korupsi didalamnya.

Wartawan yang hendak mengklarifikasi terkait hal ini kepada pihak rekanan, masih belum mendaptkan jawaban. Pihak rekanan belum bersedia memberikan jawaban. Pesan whatsapp belum dibalas.

” Ini sesuatu yang memang agak janggal menurut saya. Tidak mungkin pemerintah mengadakan atau membeli barang KW atau palsu. Apalagi kita punya APBD diatas 2 Triliun. Saran saya, APH (Aparat Penegak Hukum, red) harus turun melihat ini, apakah ada indikasi korupsi didalamnya,” Ujar Rahmat, salah seorang warga Luwu Timur (*)

Baca Lainnya

Momen HUT Bhayangkara ke-80, Memupuk Kemitraan Polisi – Awak Media

1 Juli 2026 - 14:35 WITA

Luwu Timur Alami Paradoks Daerah Kaya SDA, Kemiskinan Ekstrem Masih Tinggi

1 Juli 2026 - 12:12 WITA

SDC Kevin Keano Bone Juara I Lomba Domino di Luwu Timur, Raih Hadiah Ratusan Juta

29 Juni 2026 - 13:21 WITA

Viral di Medsos, Begini Penjelasan Ketua SAPMA Lutim Terkait Kisruh Lomba Domino di Malili

29 Juni 2026 - 12:08 WITA

Dugaan Tindak Pidana Korupsi di Lutim, Mahasiswa : Ancaman Serius Terhadap Pembangunan Daerah

26 Juni 2026 - 19:01 WITA

Harap-Harap Cemas Masyarakat Luwu Timur Menanti Perkembangan Kasus Seragam dan Ambulans di Kejari Lutim

22 Juni 2026 - 12:12 WITA

FOTO : Musancab DPC PDIP Luwu Timur Berlangsung Damai

22 Juni 2026 - 11:31 WITA

Trending LUWU TIMUR