Menu

Mode Gelap
Momen HUT Bhayangkara ke-80, Memupuk Kemitraan Polisi – Awak Media Luwu Timur Alami Paradoks Daerah Kaya SDA, Kemiskinan Ekstrem Masih Tinggi Menang Tipis Atas Pantai Gading, Norwegia Amankan Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026 Comeback, Brasil Kalahkan Jepang 2-1, Tatap Babak 16 Besar SDC Kevin Keano Bone Juara I Lomba Domino di Luwu Timur, Raih Hadiah Ratusan Juta Viral di Medsos, Begini Penjelasan Ketua SAPMA Lutim Terkait Kisruh Lomba Domino di Malili

LUWU TIMUR

Jubir Budiman – Akbar Tegaskan Pengkotak-kotakan Masyarakat adalah Budaya Kolonial

badge-check


					Jubir Budiman – Akbar Tegaskan Pengkotak-kotakan Masyarakat adalah Budaya Kolonial Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Menanggapi isu-isu perpecahan yang muncul dalam masa Pilkada Luwu Timur, Juru Bicara pasangan calon Budiman-Akbar, Ibriansyah Irawan atau yang akrab disapa Rian, menyampaikan pandangan tegas bahwa pengkotak-kotakan masyarakat berdasarkan kepentingan politik hanyalah menghidupkan kembali budaya kolonial yang merugikan masyarakat. Menurutnya, jika ada calon pemimpin yang mengusung pemisahan masyarakat sebagai bagian dari strategi politik, maka ia sejatinya ingin mengembalikan masyarakat pada praktik-praktik zaman penjajahan.

“Pengkotak-kotakan masyarakat adalah budaya penjajah kolonial. Ini tak lebih dari strategi yang dulu dipakai untuk melemahkan kita dengan memecah-belah, dan sangat disayangkan jika sekarang ada yang mencoba menghidupkan kembali pola pikir seperti itu,” ujar Rian.

Lebih lanjut, Rian menegaskan bahwa kepemimpinan yang baik adalah yang menyatukan dan memperkuat kebersamaan, bukan yang justru memperlemah persatuan dengan menciptakan kelompok-kelompok. Menurutnya, masyarakat Luwu Timur membutuhkan pemimpin yang berpikir maju dan progresif, yang melihat semua warganya tanpa sekat-sekat politik atau sosial.

“Kami, pasangan Budiman-Akbar, mengusung kepemimpinan yang inklusif dan berkomitmen untuk membangun Luwu Timur bersama-sama, tanpa memandang latar belakang masyarakat. Masyarakat butuh pemimpin yang merangkul, bukan yang memisahkan,” jelas Rian, menegaskan komitmen pasangan Budiman-Akbar untuk menjaga persatuan.

Di masa kampanye ini, Rian mengimbau masyarakat agar lebih kritis dan bijak dalam memilih pemimpin. Menurutnya, jargon-jargon yang terkesan memisahkan hanya akan merugikan masyarakat ke depan dan dapat melemahkan kekuatan serta kebersamaan warga.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Luwu Timur untuk bijak, jangan mudah terpengaruh oleh jargon yang memecah-belah. Pilihlah pemimpin yang mengusung persatuan dan visi yang membawa kemajuan bersama,” tutup Rian dengan penuh harap. (*)

Baca Lainnya

Momen HUT Bhayangkara ke-80, Memupuk Kemitraan Polisi – Awak Media

1 Juli 2026 - 14:35 WITA

Luwu Timur Alami Paradoks Daerah Kaya SDA, Kemiskinan Ekstrem Masih Tinggi

1 Juli 2026 - 12:12 WITA

SDC Kevin Keano Bone Juara I Lomba Domino di Luwu Timur, Raih Hadiah Ratusan Juta

29 Juni 2026 - 13:21 WITA

Viral di Medsos, Begini Penjelasan Ketua SAPMA Lutim Terkait Kisruh Lomba Domino di Malili

29 Juni 2026 - 12:08 WITA

Dugaan Tindak Pidana Korupsi di Lutim, Mahasiswa : Ancaman Serius Terhadap Pembangunan Daerah

26 Juni 2026 - 19:01 WITA

Harap-Harap Cemas Masyarakat Luwu Timur Menanti Perkembangan Kasus Seragam dan Ambulans di Kejari Lutim

22 Juni 2026 - 12:12 WITA

FOTO : Musancab DPC PDIP Luwu Timur Berlangsung Damai

22 Juni 2026 - 11:31 WITA

Trending LUWU TIMUR