Warga Kelurahan Malili Ingin Dipimpin Husler – Budiman

oleh -217 views

Laporan : Rs

Editor    : Rd

LUWU TIMUR, TimurOnline – Puluhan warga Kelurahan Malili, Kecamatan Malili antusias mengikuti kampanye dialogis calon Wakil Bupati Luwu Timur, H. Budiman yang digelar di kediaman tokoh masyarakat Malili, Almarhum Abd Majid Pettawero, Senin (19/10/2020).

Ishak, salah seorang warga mengungkapkan dirinya sangat bersyukur dengan majunya H. Budiman sebagai calon Bupati Luwu Timur mendampingi H. M. Thorig Husler. Menurutnya, selain putra lokal, H. Budiman dinilai sosok yang pas bersanding dengan Husler karena pengalaman serta latar belakang pendidikan yang cukup mumpuni.

” Dari awal saya melihat banyak harapan akan siapa sosok yang akan mendampingi Husler. Salah satunya keinginan masyarakat adalah putra lokal yang memiliki kapasitas yang mumpuni. Nah, doa dan harapan itu seakan didengar oleh Tuhan yang maha kuasa, maka dihadirkanlah H. Budiman untuk mendampingi pak Husler. Saya sebagai warga Malili tentu ingin dipimpin Husler – Budiman,” Ungkapnya seraya berharap apabila keduanya diberi amanah, dia ingin pembangunan Masjid Malili dilanjutkan.

Sementara itu, Sekertaris Golkar Luwu Timur , H. A. Zulkarnain yang juga hadir dalam acara tersebut menuturkan Paslon Husler – Budiman ini merupakan representatif keinginan warga Luwu Timur yang menginginkan keberlanjutan pembangunan di Bumi Batara Guru ini.

” Saya rasa sudah cukup jelas, kita butuh pemimpin yang punya pengalaman, punya latar pendidikan yang jelas dan tau kondisi Luwu Timur ini bagaimana. Kedua sosok ini, Pak Husler yang pernah menjabat kepala dinas, wakil bupati hingga bupati diback up sosok Budiman yang juga memiliki pengalaman segudang di dunia birokrat. Sudah 26 tahun beliau abdikan diri sebagai pelayan masyarakat dengan berbagai jabatan yang pernah dia emban. Jadi apalagi yang kita inginkan.” Tuturnya.

BACA JUGA :  SMP IT Wahdah Islamiyyah Mulai Dibangun

Dia berharap warga Luwu Timur dalam menentukan pilihan, bukan didasari peddi ati (sakit hati) apalagi karena ketidaksukaan terhadap seseorang sehingga berimbas kepada calon itu sendiri.

Sementara itu dalam sambutannya, H. Budiman menjelaskan visi misi yang akan dilakukan nantinya, baik itu dari sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, tenaga kerja hingga kepada infrastruktur.

” Kami menetapkan visi misi berdasarkan kebutuhan masyarakat dan tentunya telah melalui beberapa pertimbangan, apakah visi misi itu nantinya bisa kita laksanakan atau tidak. Dan sebaliknya, kita tidak boleh menetapkan program kerja yang itu sifatnya hanyalah buaian belaka, hanya untuk menarik simpati masyarakat yang pada ujungnya tidak bisa terlaksana karena berbenturan dengan aturan dan sebagainya. Jadi saya berharap kepada kita semua, lebih teliti lagi dalam menetapkan pilihan.” Pungkasnya (Red)