Pertama Kalili, Sidang Paripurna DPRD Via Video Conference

oleh -0 views

Laporan : Rs / Dprd

Editor : Rd

LUWU TIMUR,Timuronline –┬áSidang Paripurna DPRD Kabupaten Luwu Timur dengan agenda penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2020 resmi digelar. Rapat paripurna ini sedikit berbeda dari biasanya karena dilakukan via videoconference. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Sidang Paripurna DPRD itu dipimpin Ketua DPRD, H. Amran Syam, didampingi Wakil Ketua DPRD, H. Usman Sadik. Sementara Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler didampingi Sekda, H. Bahri Suli mengikuti sidang paripurna di Aula Rumah Jabatan Bupati bersama beberapa pimpinan OPD, Jumat (03/04/2020).

Dalam sambutan pengantarnya, Husler mengatakan, Tahun 2019 merupakan tahun keempat pelaksanaan sebagian besar Program Prioritas RPJMD Kab. Luwu Timur periode 2016-2021 di berbagai sektor.

Pada sektor Pendidikan diantaranya Program Prioritas yang terealisasi adalah Pemberian Beasiswa kepada Mahasiswa dari keluarga kurang mampu dan Berprestasi sebanyak 5.586 orang Mahasiswa, Pemberian Pakaian Seragam Siswa Baru SD/SMP sebanyak 11.247 pasang, Pengadaan RKB dan Mobiler 58 Unit serta Pengadaan Laptop bagi Guru sebanyak 400 unit.

Di sektor Kesehatan, terealisasi Pembayaran Premi Asuransi ke BPJS integrasi maupun UHC sebesar Rp. 43.705.241.097 (empat puluh tiga milyar, tujuh ratus lima juta, dua ratus empat puluh satu ribu, sembilan puluh tujuh rupiah) yang diperuntukkan bagi 280.000 (dua ratus delapan puluh ribu) jiwa penduduk di Kabupaten Luwu Timur dan selebihnya menggunakan kepesertaan BPJS mandiri, Pemenuhan kebutuhan Satu Desa Satu Dokter dilaksanakan melalui Pengadaan Tenaga Kontrak Medik sebanyak 9 (sembilan) Dokter serta 2 (dua) unit mobil Ambulance Puskesmas.

Di sektor infrastruktur, terealisasi pembangunan Jalan Aspal sepanjang 38,62 km, Jalan Beton sepanjang 3,68 km, pembangunan jembatan 8 unit, pembangunan jaringan irigasi sepanjang 16 km, Pembangunan bendung/embung sebanyak 7 unit, Pembangunan jalan kawasan permukiman terealisasi sepanjang 10,7 km, pembangunan jembatan kawasan pemukiman sebanyak 15 unit, drainase/gorong-gorong kawasan permukiman terealisasi sepanjang 17,25 km, Turap/Talud/Bronjong kawasan permukiman sepanjang 2,04 km.

BACA JUGA :  Ini Pendapat Akhir Bupati Lutim Terkait Persetujuan Bersama Rancangan Perda tentang Perubahan APBD TA 2020

Di sektor Pertanian dan Perikanan terealisasi Pembangunan Jalan Usaha Tani dan Jalan Produksi sepanjang 8 km, Pembangunan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Desa sepanjang 5 km, Bantuan hand traktor sebanyak 200 unit melalui APBD serta tambahan bantuan 52 unit melalui dana APBN, Rehabilitasi tanaman kakao seluas 1.385 Ha, Pembangunan Jalan Produksi Tambak sepanjang 27,79 km, Pembangunan Jembatan Tambak sebanyak 6 unit serta bantuan Alat Tangkap Perikanan untuk 10 kelompok nelayan.

Di sektor sosial, pemberdayaan masyarakat dan desa, terealisasi Program Bedah Rumah sebanyak 1.260 Unit, Pemberian Jaminan Hidup bagi Penghuni Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak sebanyak 250 Orang, Bantuan Jaminan Hidup Lanjut Usia tidak mampu sebanyak 30 orang, Bantuan Jaminan Hidup orang dengan Kecacatan Berat sebanyak 20 Orang. Untuk bantuan keuangan bagi Kelompok Usaha Bersama (KUBE) orang miskin sebanyak 39 (tiga puluh sembilan) kelompok dan KUBE penyandang disabilitas sebanyak 2 (dua) kelompok telah dialokasikan anggaran sebesar Rp1.060.000.000 (satu milyar enam puluh juta rupiah).

Kemudian Pengadaan mobil jenazah sebanyak 2 (dua) unit, Bantuan keuangan kepada rumah ibadah sebanyak 78 (tujuh puluh delapan) rumah ibadah, apresiasi wisata religi bagi masyarakat Luwu Timur sebanyak 35 (tiga puluh lima) orang. Bantuan keuangan dalam rangka pengadaan kendaraan dinas/operasional pemerintah desa sebanyak 33 (tiga puluh tiga) unit roda 4 dan 80 (delapan puluh) unit kendaraan roda 2.

Lanjut Husler, dengan uraian capaian di berbagai bidang yang diterima sepanjang tahun 2019, bukan berarti pembangunan di Kabupaten Luwu Timur tidak mengalami kendala dan permasalahan. Ada beberapa sektor pembangunan yang memerlukan pembenahan, perbaikan dan solusi terhadap indikator-indikator pembangunan yang belum tercapai secara maksimal.

“Melalui mekanisme penyampaian LKPJ ini, saya mengharapkan dapat memperoleh masukan dari Pimpinan dan Angggota Dewan untuk menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan daerah. Semoga saran dan masukan dari rekomendasi yang disampaikan merupakan catatan-catatan penting yang dapat dijadikan masukan perbaikan kinerja oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Timur di masa yang akan datang,” tutupnya. (hms/ikp/kominfo)

BACA JUGA :  Ini Struktur APBD-P TA. 2020 Luwu Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *