Menu

Mode Gelap
Vale Teguhkan Komitmen Keberlanjutan di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 Vale Indonesia Gelar RUPST, Wakil Presiden Direktur Berganti Bupati Budiman Serahkan Bantuan Pupuk dan Kendaraan Dinas DPRD Lutim Terima 1 Buah ranperda Tahap II Tahun 2024 Bupati Luwu Timur Serahkan Bantuan Alsintan Tahun 2024 Bupati Luwu Timur Buka Turnamen Sepakbola Nickel Cup VIII

LUWU TIMUR · 6 Feb 2019 04:03 WITA · Waktu Baca

Kontroversi Mutasi 3 Pegawai PKM Malili, Didahului Karena


					Kontroversi Mutasi 3 Pegawai PKM Malili, Didahului Karena Perbesar

Laporan : Rd

LUWU TIMUR,Timuronline – Kontroversi atau perdebatan mutasi atau pindah tugas 3 (tiga) pegawai Puskesmas Malili, Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur terus mengemuka. Pasalnya, Nurlela (Tenaga Bidan), Asriyanti (Tenaga Apoteker) serta Asriani Raodah (Tenaga Perawat), tiba-tiba terkena mutasi.

Salah satu pegawai yang kena mutasi kepada Timuronline mengungkapkan mutasi tersebut dinilai cukup mengherankan. Dia menduga mutasi tersebut dikarenakan dirinya dan kedua rekannya terlibat cekcok dengan salah seorang pegawai yang diketahui adalah Kiki Kamal yang tak lain istri Kamal Rasyid, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Luwu Timur.

” Memang sebelumnya, kami ada sedikit beda paham dengan ibu Kiki. Hal itu berujung pada percakapan WA dari beliau yang bernada seakan ada pengancaman akan segera kami dimutasi. Namun kami tidak terlalu merespon hal tersebut, karena kan kita tahu, beliau itu tidak memiliki wewenang untuk memutasi kami. Namun ternyata benar adanya, mutasi tersebut turun,” Ujarnya belum lama ini.

SK Mutasi tersebut diketahui tertanggal 4 Februari 2019 yang ditandatangani oleh Sekertaris Daerah Luwu Timur, Bahri Suli. Nurlela dan Asriani dimutasi ke Puskesamas Lampia Desa Harapan, sementara Asriyanti dimutasi ke Puskesmas Lakawali Desa Lakawali.

Lantas apakah mutasi tersebut terlebih dahulu telah melalui Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan,red) Luwu Timur sebagai salah satu syarat mutasi ?

Bahri Suli yang juga sebagai Ketua Baperjakat Luwu Timur kepada Timuronline via telepon mengatakan mutasi tersebut tidak melalui Baperjakat

” Yah, tidak semua juga proses mutasi itu terlebih dahulu melalui Baperjakat,” Ujarnya, Rabu (06/02/19)

Sementara itu, dikutip dari lutimterkini.com, Kepala BKPSDM Lutim, Kamal Rasyid mengungkapkan kalau mutasi tersebut dilakukan karena sebelumnya memang ada permintaan dari PKM Lakawali dan Lampia.

Perlu diketahui, Mutasi atau pemindahtugasan seorang Apatur Sipil Negara (ASN) menjadi kewenangan kepala daerah dalam hal ini Bupati. Namun tentunya pula, mutasi tersebut sebaiknya berlandaskan atas asas pelayanan, kebutuhan serta peningkatan kinerja. Namun jika mutasi itu, terlebih dahulu didasari karena kepentingan individu (karena ketidaksukaan, percekcokan dan sebagainya), apakah itu relevan ? (Redaksi)

 

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati Budiman Serahkan Bantuan Pupuk dan Kendaraan Dinas

11 Juni 2024 - 22:59 WITA

Bantuan randis

DPRD Lutim Terima 1 Buah ranperda Tahap II Tahun 2024

11 Juni 2024 - 22:56 WITA

Ranperda

Bupati Luwu Timur Serahkan Bantuan Alsintan Tahun 2024

11 Juni 2024 - 22:52 WITA

Bantuan alsintan

Bupati Luwu Timur Buka Turnamen Sepakbola Nickel Cup VIII

10 Juni 2024 - 22:46 WITA

Nickel Cup

Hadiri Milad ke 9, Bupati Apresiasi Program Komunitas Berbagi Al Ma’un

10 Juni 2024 - 22:41 WITA

Milad
Trending di KABAR PEMDA