Menu

Mode Gelap
Bupati Serahkan Bibit Padi dan Pupuk pada Acara Syukuran Panen Warga Lampenai Diskopar-KB Lolos ke Semifinal Sepakbola Bupati Lutim Cup Antar Instansi Ini Pendapat Akhir Bupati Lutim Terhadap Ranperda APBD 2023 Klinik Mata Malili Gelar Pelayanan Gratis Operasi Katarak Tiba di Tentena, Wakil Bupati Disambut Hangat Oleh Majelis Sinode GKST Sufriaty Budiman Buka Acara Tabligh Akbar dan Konsultasi Syariah

MANCANEGARA · 27 Mei 2018 14:25 WITA · Waktu Baca

Ini Pengalaman Orang Sulsel Puasa di Turki


					Ini Pengalaman Orang Sulsel Puasa di Turki Perbesar

Tiap Tahun Pemerintah Siapkan Makanan Gratis

TURKI,Timuronline – Turki jelas berbeda dengan Indonesia. Republik yang dibangun mendiang Kemal Pasha Ataturk itu termasuk negara sekuler. Meski demikian, setiap tahun pemerintah menyediakan makanan gratis. Waktu berbuka puasa di Turki jauh lebih lama dibandingkan Indonesia. Masyarakat Indonesia berpuasa selama sekitar 13,5 jam sementara di Turki bisa sampai 17-18 jam.

Pada tahun 1439 H ini, Turki lebih dahulu sehari memulai puasa ketimbang Indonesia. Ketika para ulama di Indonesia sedang mengeker dan meneropong hilal di ufuk barat, warga muslim Turki bersiap-siap menunggu buka puasa hari pertama.

Ada kebiasan unik warga Turki menjelang berbuka puasa. Mereka mengajak kerabat keluarga menggelar tikar sambil piknik di taman-taman kota.

” Saya pernah juga berbuka puasa bareng anak-anak mahasiswa Indonesia yang ada di kota Samsun, tempat saya bermukim, juga sambil piknik seperti itu,” Ujar Hadijah Mansyur, Warga asal Makassar yang tinggal di Turki, Minggu (27/05/18)

” Ada juga berbuka puasa bersama saban hari selama Ramadan dengan gratis karena disponsori pemerintah. Itu berlangsung pada semua kota di negeri itu. Pernah sekali waktu, saya diajak oleh keluarga suami ikut meramaikan acara berbuka puasa. Waktu itu saya belum berhijab pada acara atas undangan wali kota dan lurah di Kota Samsun tersebut,” Tambahnya

” Meskipun memperoleh kemudahan seperti ini, saya tetap merindukan suasana Ramadan di Indonesia, Makassar khususnya. Dapat berkumpul bersama keluarga, menikmati jajanan pasar yang banyak bermunculan di jalan kota. Soalnya, di Turki tidak ada pisang ijo, cendol, es buah, gorengan jalangkote, dan kue-kue khas Ramadan. Saya kangen suasana salat tarwih di Makassar dan salat subuh kemudian jalan-jalan pagi di Pantai Losari. Tentu saja menikmati kuliner Makassar jika acara buka puasa tiba,” Pungkas Hadijah. (Redaksi)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

CEO PT Vale Bicara Penurunan Limbah dan Emisi pada Talkshow KHLK di COP-28 Dubai

7 Desember 2023 - 10:13 WITA

Vale Indonesia

CEO PT Vale di COP 28 Dubai Tegaskan Komitmen Menjadi Perusahaan Rendah Karbon Terdepan di Dunia

3 Desember 2023 - 10:41 WITA

Vale Indonesia

Vale Umumkan Kemitraan Strategis Bersama Manara Minerals dan Engine No. 1 untuk percepatan pertumbuhan bisnis Energy Transition Metals

2 Agustus 2023 - 12:57 WITA

Vale Indonesia

Jadi Pembicara di Jerman, Febriany Eddy : Vale Konsisten Jalankan Pertambangan Berkelanjutan

21 April 2023 - 10:06 WITA

Febriany Eddy

Bupati Luwu Timur Apresiasi Pementasan Teater La Galigo di Yogyakarta

26 September 2022 - 21:16 WITA

Trending di KABAR PEMDA