Menu

Mode Gelap
Hari Pertama Kerja Pasca Libur Lebaran, Bupati Lutim Pimpin Apel Pagi Bupati Luwu Timur Lepas Peserta Arus Balik Gratis Tahun 2024 Warga Masih Buang Sampah Sembarangan, Kades Puncak Indah : Mereka Tak Lagi Punya Etika Ini 35 Anggota DPRD Lutim Terpilih di Pemilu 2024, Sekwan : Agustus Dilantik Bupati Lutim Ajak Masyarakat Giatkan Olahraga Bupati Lutim Sambangi Warga Desa Lanosi

PALOPO · 10 Feb 2018 02:01 WITA · Waktu Baca

Atraksi Pagi Mengejutkan di Depan Terminal Kota Palopo

Liputan6.com, Palopo – Ada keriuhan di depan terminal bus di Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Alunan musik pengiring pertunjukan pun seakan menyapa warga yang beraktivitas atau berdomisili di sana.

Anak-anak dari beragam usia dan orang tua pun merasa terhibur menyaksikan atraksi seekor hewan. Mereka pun tersenyum dan tertawa di Jumat pagi, 12 Januari 2017.

Dengan sepeda motor yang terbuat dari kayu, hewan itu menunggangi motor layaknya manusia. Dan tentunya hal itu di bawah kendali sang pawang.

Atraksi pagi hari di depan terminal bus di Kota Palopo itu adalah pertunjukan topeng monyet. Jenis hewan tersebut seakan jadi magnet tersendiri bagi anak-anak di sejumlah lokasi yang haus akan hiburan.

Pantauan Liputan6.com, orangtua yang membawa anak-anaknya ke sekolah terlihat mampir sejenak untuk menyaksikan pertunjukkan yang pertama kalinya di Kota Palopo.

Bahkan, sejumlah pengunjung hotel di sekitar terminal Kota Palopo dan pemilik toko-toko memberikan uang ke dalam celengan plastik yang dibawa monyet yang lehernya terikat tali kekang dari sang pawang.

“Iya pak, kita baru tiba dan pertama kali di Kota Palopo ini. Kita semua ini dari Jawa Barat, sebelumnya pernah main di Kota Makassar,” ucap Andi, operator pertunjukan topeng monyet yang pesertanya dari Jawa Barat, kepada Liputan6.com.

Muhammad Yunus, warga Jalan Kelapa, Kota Palopo, mengatakan monyet tidak boleh dijadikan sebagai alat untuk mendapatkan uang. Apalagi, jika hewan itu kerap disiksa oleh pemiliknya.

Menurut pria kelahiran Wotu, Kota Palopo, sebagian kalangan masyarakat di Indonesia masih beranggapan jika topeng monyet adalah budaya turun-temurun yang dianggap sebagai hiburan.

“Padahal, saat ini, pertunjukan topeng monyet adalah bentuk eksploitasi manusia terhadap hewan untuk mendapatkan uang,” ujar Yunus.

Meski demikian, ia mengaku dari segi pertunjukan, seekor monyet beratraksi mengikuti instruksi seorang pawang. Berikut diiringi suara musik gamelan dari kibor memang cukup menghibur, terutama untuk anak-anak.

 

 

sumber : http://regional.liputan6.com/read/3224243/atraksi-pagi-mengejutkan-di-depan-terminal-kota-palopo

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Namanya Diusulkan Jadi Pj. Walikota Palopo, Sekda Lutim : No Comment

3 Agustus 2023 - 12:49 WITA

Sekda Luwu Timur

Di Peringatan HJL-HPRL, Gubernur Sulsel Berterima Kasih ke Bupati Lutim

24 Januari 2023 - 09:38 WITA

HJL-HPRL

Pemkab Luwu Timur Berduka, Pamong Senior Muhammad Zabur Berpulang

3 November 2022 - 22:19 WITA

Lagi, Atlet Taekwondo Sumbang Medali Emas Untuk Lutim

24 Oktober 2022 - 15:36 WITA

Tes Seleksi Panwaslu Kecamatan Kota Palopo Berlangsung Sehari Saja

16 Oktober 2022 - 10:52 WITA

Trending di PALOPO