Menu

Mode Gelap
Dinas P2KB Lutim Gelar Genre Festival Bupati Lutim Ikut Sosialisasi Tahapan Pilkada di Makassar Sufriaty Budiman Hadiri Puncak peringatan HKG ke 52 dan Jambore Nasional Kader PKK Tahun 2024 Bupati – Wakil Bupati Ikuti Prosesi Upacara Adat “Mattompang” Pusaka Tomoni Timur Siap Sukseskan Roadshow Budaya Pemkab Lutim Bahas Tindak Lanjut Kolaborasi UNHAS Melalui KKN Inovasi Daerah

LUWU TIMUR · 7 Jun 2022 12:55 WITA · Waktu Baca

Anyaman Teduhu Diperkenalkan di Pameran Sulsel Craft 2022

Perbesar

MAKASSAR,Timuronline – Ketua Sentra Anyaman Serat Alam Nuha Handicraft, Yulianti didampingi penggurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah Luwu Timur (Dekranasda Lutim) memperkenalkan proses pembuatan kerajinan anyaman teduhu pada pameran Sulsel Craft 2022 di Hotel Four Points By Sheraton Makassar, Senin (06/06/2022).

Anyaman teduhu atau moena merupakan tradisi masyarakat di Desa Nuha yang diwariskan dari generasi ke generasi dengan memanfaatkan pakis hutan untuk membuat anyaman teduhu. Fungsi anyaman tersebut tidak hanya dijadikan sebagai wadah pakaian namun dijadikan sebagai wadah makanan.

Yulianti menjelaskan secara gamblang proses pembuatan tas dari anyaman teduhu dengan kombinasi kulit dengan menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain; serat alam (teduhu), gunting dan pisau.

Baca Juga :

Unismuh Benchmarking ke DPRD Luwu Timur

“Ini adalah isi dari batang teduhu itu sendiri dan untuk mendapatkan bahan baku melalui empat tahapan yaitu tiga tahap pengupasan dan satu tahap penghalusan kemudian dijadikan bahan kerajinan,” kata Yulianti.

Dia mengatakan, selain teduhu, bahan tambahan yang bisa digunakan yaitu rotan, fungsinya untuk membentuk pola dari produk yang akan dibuat. “Jadi totalnya ada dua macam bentuk yang akan didapatkan  yaitu bentuk pipih dan bulat,” jelas Yulianti.

Anyaman teduhu ini kini telah menjadi souvenir namun telah dinyatakan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia dan telah terdaftar sebagai Kekayaan Intelektual Komunal.

Sementara anyaman serat alam Nuha Handicraft sendiri telah mengembangkan produk anyaman yang menghasilkan berbagai bentuk mulai dari tempat tisu, bosara, keranjang dan tas serta mengkombinasikan berbagai bahan seperti kain dan kulit tanpa menghilangkan ciri khas tradisionalnya.

Dalam sebulan, sentra anyaman tersebut mampu memproduksi anyaman teduhu sebanyak 150 pcs melalui media sosial hingga kegiatan pameran sehingga pemasaran produk anyaman tersebut sampai ke Tingkat Nasional yaitu Riau, Sumatera, Jakarta, dan Sulawesi Tengah. (ikp-kehumasan/kominfo-sp)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Penulis

Baca Lainnya

Dinas P2KB Lutim Gelar Genre Festival

18 Mei 2024 - 20:05 WITA

Bupati Lutim Ikut Sosialisasi Tahapan Pilkada di Makassar

18 Mei 2024 - 19:50 WITA

Sufriaty Budiman Hadiri Puncak peringatan HKG ke 52 dan Jambore Nasional Kader PKK Tahun 2024

18 Mei 2024 - 19:37 WITA

Bupati – Wakil Bupati Ikuti Prosesi Upacara Adat “Mattompang” Pusaka

18 Mei 2024 - 19:29 WITA

Tomoni Timur Siap Sukseskan Roadshow Budaya

18 Mei 2024 - 11:21 WITA

Trending di KABAR PEMDA
Exit mobile version