Menu

Mode Gelap
7 Bulan Berlalu Penemuan Mayat di Tomoni, Polisi Belum Tetapkan Tersangka Hasil Piala Dunia 2026 : Jerman dan Swedia Menang Telak, Belanda Tertahan Viral, Warga Tahan Mobil Pick Up Angkut Solar Ilegal, Polisi : Kita Sudah Amankan Hasil Piala Dunia 2026 Group D : Australia Bekuk Turki 2-0 Daftar Pencetak Gol Piala Dunia 2026 Hasil dan Jadwal Piala Dunia 2026

LUWU TIMUR

Warga Watangpanua Ini Siap Hibahkan Tanahnya Untuk Pembangunan Sekolah

badge-check


					Warga Watangpanua Ini Siap Hibahkan Tanahnya Untuk Pembangunan Sekolah Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – H. Ambo Lappi bersedia menghibahkan lokasinya seluas 1 Hektar untuk pembangunan Sekolah dasar (SD). Hal itu diungkapkannya di hadapan Anggota DPRD Luwu Timur, Najamuddin saat menghadiri Reses Perseorangan, Selasa (26/07/2022)

Pria yang merupakan warga Desa Watangpanua, Kecamatan Angkona ini mengaku ikhlas jika saja pemerintah ingin membangun sekolah sesuai harapan masyarakat.

” Pak dewan, di Desa Watangpanua ini belum ada sekolah SD-nya. Anak-anak kami yang bersekolah terpaksa sekolah di desa tetangga seperti Desa Tampinna, Maliwowo dan Desa lamaeto. Kami berharap, pemerintah mendengar aspirasi kami,” harap salah seorang warga yang hadir dalam Reses tersebut.

Mendengar harapan tersebut, H.Ambo Lappi lantas mengangkat tangannya sembari mengungkapkan kesiapannya menghibahkan tanah miliknya.

Baca Juga :

” Saya siap hibahkan tanah saya 1 Hektar,” ujarnya disambut tepuk tangan seluruh warga yang hadir.

Hanya saja, menurut Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Luwu Timur, Darmawan yang juga hadir dalam reses tersebut mengungkapkan pembangunan sekolah baru butuh setidaknya minimal 1,5 hektar lokasi.

” kalau lahannya itu, 1,5 hektar sampai 2 hektar, itu idealnya,” paparnya

Juga sambungnya, pembangunan sekolah baru butuh proses yang panjang dan tentunya anggaran yang cukup.

” Sebelum itu, kita harus kroscek dulu, apakah nantinya pembangunan sekolah ini tidak berpengaruh pada sekolah lainnya yang ada di wilayah tersebut. Di dekat sini ada sekolah madrasah di Desa Tampinna, kemudian ada juga SD di Desa Maliwowo dan Desa Lamaeto. Dalam artian, jika sekolah-sekolah itu juga bergantung pada anak-anak kita, maka ini tentu menjadi bahan evaluasi. Jangan sampai kita dirikan sekolah baru, sekolah yang lain justru berkurang anak muridnya. Ini yang tidak kita inginkan bersama,” ungkapnya.

Sementara Najamuddin mengatakan, pembangunan sekolah juga sangat penting untuk menunjang mutu pendidikan di Desa Watangpanua.

” Jadi harapan masyarakat tetap kita akan perjuangkan. Ini perlu kita bicarakan dan kita rencanakan dengan sebaik-baiknya, agar nantinya pembangunan sekolah baru di desa ini tidak sia-sia,” pungkas Naja. (*)

Baca Lainnya

Viral, Warga Tahan Mobil Pick Up Angkut Solar Ilegal, Polisi : Kita Sudah Amankan

15 Juni 2026 - 10:53 WITA

Lagi Temuan BPK, 20 Penerima Bantuan Lansia Dibawah Umur 60 tahun

12 Juni 2026 - 13:12 WITA

Bantuan Seragam Sekolah di Lutim Banyak Masalah, BPK RI Temukan Fakta Mengejutkan

12 Juni 2026 - 11:02 WITA

Kejari Lutim Pastikan Kasus Seragam Sekolah Tetap Berjalan. Akan Ada Tersangka ?

11 Juni 2026 - 10:55 WITA

PN Malili Menangkan Gugatan Siddiq : SK DPP Nasdem Tak Memiliki Hukum Mengikat

10 Juni 2026 - 10:24 WITA

OSIS – Gudep SMAN 4 Luwu Timur Gelar Program GOES, Siswa Antusias

31 Mei 2026 - 09:44 WITA

Kabar Gembira, Magatti Tour And Travel Buka Cabang di Malili, Ayo Umrah dengan Uang Muka Hanya 500 Ribu

31 Mei 2026 - 09:25 WITA

Trending LUWU TIMUR